Jejak Eksplorasi Daun Ulin (Eusideroxylon zwageri) di Desa Sumber Sari sebagai Potret Tanaman Khas Hutan Tropis Kalimantan
Penulis: Suhardiansyah Suhardiansyah
Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan keanekaragaman hayati tertinggi di dunia. Pulau Kalimantan menjadi wilayah yang menyimpan berbagai spesies endemik bernilai ekologis tinggi, salah satunya adalah pohon ulin (Eusideroxylon zwageri). Dalam rangka mengenali potensi tanaman khas ini sebagai sumber penelitian berbasis bahan alam, pada tahun 2025 dilakukan kegiatan eksplorasi lapangan di Desa Sumber Sari, Kecamatan Kota Bangun, Kalimantan Timur.
Kegiatan eksplorasi lapangan ini dilaksanakan oleh dosen dan mahasiswa Program Studi Farmasi sebagai bagian dari upaya pengenalan dan pendokumentasian tanaman lokal yang berpotensi dikaji lebih lanjut dalam penelitian farmasi. Fokus utama eksplorasi adalah daun ulin (Eusideroxylon zwageri), salah satu spesies khas Kalimantan yang dikenal memiliki nilai ekologis tinggi serta keberadaannya semakin terbatas di alam.

Gambar 1. Daun ulin (Eusideroxylon zwageri) muda yang menunjukkan pola pertulangan menyirip sebagai bagian dari identifikasi morfologi.
Eksplorasi lapangan diawali dengan penelusuran area di sekitar Desa Sumber Sari untuk menemukan pohon ulin yang masih tumbuh secara alami. Proses penelusuran dilakukan dengan memperhatikan kondisi lingkungan sekitar, termasuk vegetasi penyusun hutan dan karakteristik lokasi tumbuh tanaman. Setelah pohon ulin ditemukan, dilakukan pengamatan langsung terhadap daun, meliputi bentuk, ukuran, pola pertulangan, tekstur permukaan, serta warna daun sebagai bagian dari identifikasi morfologi awal.

Gambar 2. Daun ulin (Eusideroxylon zwageri) dewasa dengan permukaan licin dan warna hijau tua.
Selama kegiatan berlangsung, dosen pendamping memberikan arahan terkait teknik observasi lapangan yang tepat serta penjelasan mengenai pentingnya menjaga kelestarian pohon ulin sebagai salah satu spesies endemik yang bernilai konservasi tinggi. Mahasiswa terlibat aktif dalam proses pencatatan data lapangan serta dokumentasi visual guna mendukung hasil eksplorasi.

Gambar 3. Bagian tajuk pohon ulin yang memperlihatkan susunan daun di habitat tumbuh alami.
Hasil eksplorasi menunjukkan bahwa daun ulin (Eusideroxylon zwageri) masih dapat ditemukan di beberapa titik di wilayah Desa Sumber Sari. Temuan ini memberikan indikasi bahwa kawasan tersebut masih berpotensi sebagai habitat tumbuh pohon ulin dan layak menjadi lokasi pendukung dalam kegiatan konservasi serta penelitian lanjutan. Data hasil pengamatan dan dokumentasi lapangan selanjutnya akan digunakan sebagai dasar untuk kajian berikutnya, termasuk analisis kandungan metabolit sekunder dan potensi bioaktivitas daun ulin di laboratorium.
Selain memperoleh data awal penelitian, kegiatan eksplorasi ini juga memberikan pengalaman lapangan yang berharga bagi mahasiswa dalam mengenal metode eksplorasi tanaman secara langsung. Kegiatan ini menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pelestarian tanaman khas Kalimantan serta pemanfaatannya secara bertanggung jawab dalam pengembangan ilmu pengetahuan.Ekspolorasi lapangan terhadap daun ulin (Eusideroxylon zwageri) di Desa Sumber Sari memberikan gambaran awal mengenai keberadaan dan karakteristik morfologi tanaman khas Kalimantan ini. Data lapangan dan dokumentasi visual yang diperoleh menjadi dasar penting dalam tahap awal penelitian berbasis bahan alam.
Temuan ini menunjukkan bahwa wilayah Desa Sumber Sari masih berpotensi sebagai habitat tumbuh pohon ulin yang bernilai konservasi tinggi sekaligus relevan untuk penelitian lanjutan. Diperlukan studi lebih mendalam, seperti analisis fitokimia dan pengujian bioaktivitas, guna mengevaluasi potensi daun ulin dalam pengembangan penelitian farmasi berbasis sumber daya alam lokal.