PP Muhammadiyah dan ITB Resmi Jalin Kemitraan Bersejarah pada Momentum Milad Muhammadiyah ke-113
Penulis: Yoga Priantama
umkt.ac.id - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah dan Institut Teknologi Bandung (ITB) meresmikan kerja sama strategis melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) terkait pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Senin (17/11/2025), di Universitas Muhammadiyah Bandung. Momen ini menjadi langkah penting bagi kedua institusi dalam memperluas kontribusi pendidikan tinggi nasional melalui sinergi riset, inovasi, dan pengabdian masyarakat.
Penandatanganan MoU ini sebagai bagian dari rangkaian milad Muhammadiyah ke-113. Acara konsolidasi nasional muhammadiyah ini turut dimeriahkan dengan expo, bazar, serta berbagai kegiatan kolaboratif antar lingkungan persyarikatan memilih Bandung sebagai tuan rumah.
Kehadiran Rektor ITB, Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T., Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Haedar Nashir, Majelis Diktilitbang, dan para pimpinan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) dari seluruh Indonesia menandai kuatnya dukungan terhadap agenda bersama ini.
Dalam sambutannya, Rektor ITB menilai bahwa kemitraan ini merupakan momentum bertemunya dua kekuatan penting, yakni tradisi pengembangan ilmu pengetahuan yang telah lama diperjuangkan ITB, dan gerakan pencerahan Muhammadiyah yang dikenal konsisten membangun pendidikan bangsa.
Ia menekankan bahwa kerja sama ini membuka ruang untuk berbagai sinergi, mulai dari peningkatan kapasitas dosen dan peneliti, penyelenggaraan riset lintas bidang, hingga pertukaran sumber daya manusia antar kampus. Fokus kemitraan mencakup teknologi, energi terbarukan, lingkungan, kesehatan, hingga inovasi sosial yang memiliki relevansi strategis bagi pembangunan nasional.
“Program pengabdian masyarakat juga akan dirancang untuk memberikan manfaat nyata bagi pemberdayaan umat dan memperkuat inovasi serta teknologi di Indonesia,” ujar Prof. Tatacipta.
Penandatanganan MoU ini juga tercatat sebagai kemitraan formal pertama antara ITB dan PP Muhammadiyah, sebuah capaian penting yang memperluas jangkauan kolaborasi Muhammadiyah dengan institusi pendidikan terkemuka.
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Haedar Nashir, menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas terjalinnya kolaborasi ini. Ia menggarisbawahi bahwa ITB telah berkiprah panjang dalam sejarah pendidikan Indonesia dan turut melahirkan banyak tokoh bangsa.
“PP Muhammadiyah sangat berbangga bisa bekerja sama dengan ITB. ITB memiliki sejarah perjuangan panjang dan menghasilkan banyak tokoh besar untuk memajukan bangsa,” ungkapnya.
Di sisi lain, Prof. Haedar menegaskan kesiapan Muhammadiyah untuk memberikan kontribusi dalam penguatan pendidikan karakter, akhlak, serta nilai Islam Berkemajuan yang menjadi fondasi penting dalam membentuk insan berkompeten sekaligus berintegritas.
Kerja sama ini menghadirkan peluang jangka panjang bagi seluruh Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA). Dengan 175 kampus di seluruh Indonesia, PTMA akan merasakan manfaat dari kerjasama ini berupa penguatan riset, standarisasi akademik, dan pengembangan inovasi lintas keilmuan.
Selain bidang teknologi dan lingkungan, kolaborasi ini juga mendukung penguatan riset kesehatan, program pengabdian masyarakat berbasis pemberdayaan, serta peningkatan kapasitas dosen sebagai agenda penting dalam pengembangan pendidikan Muhammadiyah.
Penandatanganan MoU ini tidak hanya menegaskan komitmen kedua institusi dalam pembangunan pendidikan tinggi nasional, tetapi juga menjadi fondasi bagi beragam program kolaboratif di masa depan. Melalui sinergi nilai, keilmuan, dan semangat berinovasi, Muhammadiyah dan ITB diharapkan dapat melahirkan terobosan dan solusi nyata bagi tantangan bangsa dan zaman.
Kerja sama ini sekaligus memperkuat peran Muhammadiyah sebagai gerakan pendidikan berkemajuan yang terus mendorong kehadiran ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai pilar utama masa depan Indonesia.
Penulis: Raisha Azzahro
Sumber foto: ITB