Kuliah vs Langsung Kerja: Mana yang Lebih Menguntungkan?
Penulis: Raisha Azzahro
umkt.ac.id, Samarinda - Setiap tahun, setelah kelulusan SMA, ribuan siswa di Indonesia dihadapkan pada pertanyaan besar yang sama, yakni “lebih baik lanjut kuliah atau langsung kerja?” Di satu sisi, ada tekanan dari orang tua yang berharap anaknya melanjutkan pendidikan tinggi. Di sisi lain, teman-teman yang memilih bekerja terlihat lebih cepat menghasilkan uang. Situasi ini sering membuat lulusan baru merasa berada di persimpangan jalan yang membingungkan.
Untuk menjawab dilema tersebut, penting melihatnya secara objektif. Tanpa bias, tanpa ikut arus, dan dengan mempertimbangkan realita lapangan yang terus berubah.
Langsung bekerja memiliki kelebihan yang tidak bisa diabaikan. Penghasilan datang lebih cepat, pengalaman lapangan didapat lebih awal, dan lebih terbiasa menghadapi dunia kerja. Namun, di balik keuntungan tersebut, ada keterbatasan yang perlu dipahami. Gaji awal untuk lulusan SMA cenderung kecil, pilihan pekerjaan lebih terbatas, dan jalur karir sering mentok di level tertentu karena banyak posisi strategis yang mensyaratkan pendidikan tinggi. Tidak sedikit pula lulusan SMA yang akhirnya kembali mempertimbangkan kuliah setelah beberapa tahun bekerja karena merasa perkembangan karirnya berjalan di tempat.
Pendidikan tinggi membuka akses pekerjaan yang lebih luas, memberikan skill yang lebih relevan dengan kebutuhan industri, serta membangun jaringan profesional yang akan sangat berpengaruh dalam perjalanan karir seseorang. Kuliah juga menjadi ruang aman untuk belajar, gagal, mencoba hal baru, dan menemukan potensi diri. Meski begitu, tidak dapat dimungkiri bahwa kuliah membutuhkan waktu dan biaya, sehingga perlu dipersiapkan dengan matang.
Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), rata-rata pendapatan lulusan S1 sekitar 66% lebih tinggi dibandingkan lulusan SMA. Selain itu, semakin banyak perusahaan yang menetapkan gelar sarjana sebagai syarat minimal untuk posisi yang memberikan stabilitas dan peluang naik jabatan. Artinya, pendidikan tinggi masih menjadi salah satu faktor penentu mobilitas karir jangka panjang.
Ketika menengok ke masa depan industri, keunggulan pendidikan tinggi terlihat relevan. Dengan perkembangan AI, teknologi, dan digitalisasi, pekerjaan manual akan terus berkurang. Perusahaan kini mencari talenta yang mampu berpikir kritis, berkomunikasi dengan efektif, mengambil keputusan, dan memimpin tim. Kemampuan ini sebagian besar diasah lebih optimal melalui proses perkuliahan. Dunia kerja tidak hanya membutuhkan tenaga kerja, tetapi tenaga terampil yang mampu beradaptasi di tengah cepatnya perubahan.
Di titik inilah peran Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) menjadi signifikan. Banyak program studi di UMKT dirancang selaras dengan tren industri masa kini. Mulai dari kesehatan, bisnis, teknik, teknologi informasi, hingga sosial humaniora. Melalui kurikulum berbasis praktik, magang industri, dan kerjasama dengan berbagai mitra, banyak mahasiswa UMKT yang bahkan sudah bekerja sebelum mereka resmi lulus. Pengalaman ini memudahkan mereka memasuki dunia kerja dengan lebih siap dan percaya diri.
Pada akhirnya, baik kuliah maupun langsung bekerja sama-sama memiliki keuntungan. Tidak ada pilihan yang salah, karena semua kembali pada tujuan hidup, kondisi pribadi, dan arah karir yang ingin ditempuh. Namun jika orientasinya adalah membangun karir jangka panjang, membuka lebih banyak pintu kesempatan pekerjaan, dan bersaing di dunia kerja, kuliah tetap menjadi pilihan yang sangat dianjurkan.
Bagi kamu yang sedang mempertimbangkan pendidikan tinggi, inilah waktu yang tepat untuk mulai mengenal lebih dekat UMKT dan mencari informasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB). Masa depan adalah perjalanan panjang dan langkah terbaik selalu dimulai dari keputusan yang terarah.

Penulis: Raisha Azzahro
Desainer Infografis: Raihana Adhwa