English Camp 2026 Jadi Ruang Pembelajaran Praktik Bahasa Inggris di UMKT
Penulis: Raisha Azzahro
umkt.ac.id, Samarinda - Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) menyelenggarakan ‘English Camp 2026’ sebagai bagian dari penguatan pembelajaran bahasa Inggris berbasis praktik. Kegiatan yang berlangsung 3 hari (9–11/1) ini diinisiasi oleh Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMKT sebagai bentuk pengayaan pembelajaran di luar kelas.
Turut haditnya jajaran pimpinan FKIP UMKT seperti Wakil Dekan Bidang Umum, Perencanaan, dan Keuangan FKIP UMKT, Direktur Kantor Urusan Internasional (KUI) UMKT, serta Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris UMKT, menandai dukungan terhadap internasionalisasi pembelajaran di lingkungan UMKT.
Peserta English Camp berasal dari siswa tingkat SMA dan mahasiswa UMKT dari berbagai program studi. Selama tiga hari, peserta mengikuti berbagai aktivitas kolaboratif yang dirancang untuk melatih kelancaran berbicara, kemampuan bekerja sama, serta kepercayaan diri dalam berbahasa Inggris.
Praktik dari English Camp dirancang untuk memberi pengalaman langsung kepada peserta dalam menggunakan Bahasa Inggris pada komunikasi sehari-hari. Melalui pendekatan interaktif, peserta didorong untuk lebih aktif berbicara, bekerja sama, dan menyampaikan gagasan secara lisan dalam suasana belajar yang aplikatif.
Wakil Dekan Bidang Umum, Perencanaan, dan Keuangan FKIP UMKT, Dzul Rachman, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari strategi penguatan pembelajaran yang berorientasi global. “English Camp ini kami rancang untuk melatih mahasiswa agar terbiasa menggunakan bahasa Inggris dalam komunikasi sehari-hari, sehingga mereka lebih siap menghadapi tantangan global,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, UMKT menggandeng Greenfield Language College (GRACE), lembaga pelatihan bahasa Inggris asal Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Kolaborasi ini menghadirkan pendampingan langsung dari praktisi pelatihan bahasa Inggris profesional. Direktur GRACE sekaligus Master of Training, Miss Ariani Grace, terlibat langsung dalam pendampingan instruktur serta penguatan metode pembelajaran selama kegiatan berlangsung.
“Kami mendorong peserta untuk tidak takut berbicara. Proses belajar akan berjalan efektif ketika mereka berani mengekspresikan ide dan berinteraksi menggunakan Bahasa Inggris,” ungkapnya menekankan bahwa keberanian berkomunikasi menjadi aspek penting dalam penguasaan bahasa.
English Camp 2026 adalah bentuk implementasi Project-Based Learning (PBL) pada Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris UMKT. Mahasiswa semester lima dilibatkan secara langsung sebagai panitia dan instruktur kegiatan setelah mengikuti pembekalan pada tanggal 5–8 Januari sebelumnya. Skema ini memberi pengalaman nyata bagi mahasiswa dalam mengelola kegiatan akademik sekaligus mengembangkan kompetensi pribadi.
Terselenggaranya ‘English Camp 2026’, UMKT menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran Bahasa Inggris yang relevan dengan kebutuhan global. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi praktik yang berkelanjutan untuk mendukung kesiapan lulusan UMKT di tingkat nasional maupun internasional.
Penulis: Raisha Azzahro