PWM Kaltim Gelar Pengajian Ramadan, Ideopolitor, dan Musyawarah Pimpinan Wilayah (Musypimwil)’ di UMKT
Penulis: Raisha Azzahro
umkt.ac.id, Samarinda - Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Timur (PWM Kaltim) menyelenggarakan kegiatan ‘Pengajian Ramadan, Ideopolitor, dan Musyawarah Pimpinan Wilayah (Musypimwil)’ pada Jumat (6/3) di Aula Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT). Kegiatan pembukaan ini turut dihadiri oleh dihadiri oleh Ketua dan Sekretaris PWM Kalimantan Timur, Pimpinan Daerah Muhammadiyah se-Kalimantan Timur, Rektor UMKT beserta jajaran Wakil Rektor, sivitas akademika, serta tenaga kependidikan. Pengajian yang mengusung tema ‘Spiritualitas Ramadan dan Transformasi Ekonomi Muhammadiyah’ ini berlangsung selama tiga hari, yakni dari tanggal 6 hingga 8 Maret.
Ketua PWM Kalimantan Timur menegaskan bahwa Ramadan merupakan momentum strategis bagi Muhammadiyah untuk memperkuat spiritualitas sekaligus menggerakkan transformasi sosial dan ekonomi umat. Nilai-nilai keagamaan yang tumbuh selama Ramadan diharapkan tidak berhenti saat Ramadan selesai, tetapi mampu mendorong lahirnya gerakan kolektif yang berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
“Muhammadiyah memiliki tanggung jawab besar dalam menghadirkan solusi atas berbagai tantangan umat, termasuk dalam penguatan sektor ekonomi. Karena itu, sinergi antara organisasi, lembaga pendidikan, dan berbagai pemangku kepentingan perlu terus diperkuat agar nilai-nilai Islam berkemajuan dapat terimplementasi secara nyata dalam kehidupan sosial,” ujar K.H.Siswanto selaku Ketua PWM Kaltim.
Rektor UMKT, Muhammad Musiyam, dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi kepada PWM Kaltim yang secara konsisten menyelenggarakan kajian Ramadan di lingkungan kampus UMKT. Ia menilai kegiatan ini tidak hanya memperkuat hubungan antara persyarikatan dan perguruan tinggi Muhammadiyah, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi sekaligus forum strategis bagi UMKT untuk mensosialisasikan berbagai program pengembangan kampus kepada pimpinan wilayah Muhammadiyah.
“Ramadan adalah madrasah spiritual di mana kita belajar menahan diri sekaligus mendekatkan diri secara intens kepada Allah SWT. Dari sana lahir ketakwaan sejati, yang pada akhirnya melahirkan kepedulian sosial,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa Ramadan diharapkan mampu memperkuat tiga nilai penting dalam kehidupan, yakni integritas, solidaritas, dan kemandirian. Nilai-nilai tersebut, menurutnya, menjadi landasan penting dalam membangun kontribusi nyata bagi masyarakat.
Dalam rangkaian pembukaan kegiatan tersebut juga dilaksanakan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara PT. MEK Surya Mandiri dengan PT. Asfar Indo Asa Barokah terkait layanan travel keberangkatan umrah dan haji khusus. Selain itu, turut dilakukan penandata Nota Kesepahaman (MoU) antara PWM Kalimantan Timur dengan Dewan Pimpinan Daerah Real Estate Indonesia (DPD REI) Kalimantan Timur mengenai program penyediaan perumahan bagi warga dan simpatisan Muhammadiyah.
Kerja sama tersebut menjadi salah satu langkah konkret PWM Kaltim dalam memperkuat layanan bagi masyarakat sekaligus mendorong kemandirian ekonomi umat melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. Melalui rangkaian Pengajian Ramadan, Ideopolitor, dan Musypimwil ini, PWM Kaltim berharap dapat semakin memperkuat arah gerakan Muhammadiyah di wilayah tersebut. Selain menjadi ruang refleksi spiritual, kegiatan ini juga menjadi wadah strategis untuk merumuskan berbagai program yang mampu menghadirkan kebermanfaatan yang lebih luas bagi masyarakat.
Penulis: Raisha Azzahro