Mahasiswa UMKT Didorong Jadi Penggerak Pembangunan Lewat Kegiatan IPP Dispora Kaltim

 Diposting pada: Rabu, 08 April 2026, 15:09 WITA
 Penulis: Raisha Azzahro
Sejalan dengan TPB nomor:
SDGs 4 SDGs 11
Mahasiswa UMKT Didorong Jadi Penggerak Pembangunan Lewat Kegiatan IPP Dispora Kaltim

umkt.ac.id, Samarinda – Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) menjadi tuan rumah kegiatan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) yang diselenggarakan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalimantan Timur, Rabu (8/4), di Aula UMKT. Kegiatan ini dihadiri oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispora Kaltim, Wakil Rektor I UMKT, Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni, jajaran Dispora Kaltim, serta para mahasiswa. 

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa terkait pentingnya Indeks Pembangunan Pemuda sebagai indikator strategis dalam mengukur kualitas pemuda di suatu daerah. 

“Salah satu momentum penting dari kegiatan ini adalah bagaimana pemuda Kalimantan Timur, khususnya mahasiswa, menjadi bagian dari distribusi perguruan tinggi untuk masa depan daerah. Mahasiswa memiliki kontribusi besar dalam peningkatan indeks pembangunan manusia,” ujar Abdul Halim selaku Wakil Rektor I UMKT bidang Bidang Akademik, Mutu, Kemahasiswaan dan Alumni.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispora Kaltim, Muhammad Faisal, menjelaskan bahwa Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) merupakan alat ukur yang mencakup lima domain utama, yaitu pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan, lapangan serta kesempatan kerja, partisipasi dan kepemimpinan, serta gender dan diskriminasi.

“IPP menjadi indikator penting untuk melihat sejauh mana pembangunan pemuda berjalan secara komprehensif. Oleh karena itu, pemuda perlu memahami posisinya sekaligus mengambil peran dalam setiap domain tersebut,” jelas Faisal.

Sesi tanya jawab 

Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber nasional, Andi Susanto selaku Asisten Deputi Bina Kepemudaan Pusat dan Daerah, yang memberikan materi secara daring melalui Zoom dengan tema “Kebijakan Nasional Peningkatan IPP melalui Implementasi RAN/RAD Pelayanan Kepemudaan”. 

“Implementasi RAN dan RAD Pelayanan Kepemudaan tidak akan optimal tanpa keterlibatan aktif perguruan tinggi. Mahasiswa harus menjadi subjek pembangunan, bukan hanya objek kebijakan,” ungkap Andi Susanto. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan institusi pendidikan dalam meningkatkan kualitas pemuda

Selain itu, Joko Afandiy selaku Statistisi Ahli Muda dari Badan Pusat Statistik Kaltim, turut memaparkan data dan perspektif statistik terkait kondisi pemuda di Indonesia, khususnya di Kaltim. Joko Efendi menyoroti pentingnya data sebagai dasar perumusan kebijakan. 

“Data yang akurat akan membantu pemerintah dalam merancang program yang tepat sasaran. Oleh karena itu, pemuda juga perlu melek data agar mampu memahami arah pembangunan yang sedang dijalankan,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa UMKT dapat memahami peran strategisnya dalam pembangunan daerah serta mampu berkontribusi aktif dalam meningkatkan kualitas pemuda di Kalimantan Timur.

 

 

Penulis: Raisha Azzahro

Tags:
Kabar Kampus
Berita lainnya