Damingun Soroti Kenaikan Tiket Pesawat di Kaltim, Tekankan Pentingnya Keadilan Akses Transportasi Udara

 Diposting pada: Rabu, 29 April 2026, 11:30 WITA
 Penulis: Raisha Azzahro
Sejalan dengan TPB nomor:
SDGs 8 SDGs 9 SDGs 10
Damingun Soroti Kenaikan Tiket Pesawat di Kaltim, Tekankan Pentingnya Keadilan Akses Transportasi Udara

umkt.ac.id, Samarinda – Wakil Dekan Fakultas Ekonomi, Bisnis, dan Politik Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (FEBP UMKT), Damingun, menjadi narasumber dalam program dialog “Publika” oleh TVRI pada Selasa (28/4). Dalam agenda tersebut, ia membahas tema “Strategi dan Antisipasi Kenaikan Tarif Transportasi Udara Kaltim” bersama Subandi selaku Anggota III DPRD Provinsi Kaltim, Zaldi Ardian selaku Kasubbag Keuangan dan Tata Usaha UPBU APT. Pranoto Samarinda, dan Ferdinan Nurdin selaku Kepala Otoritas Bandar Udara Wilayah VII Balikpapan yang bergabung secara daring.

Dalam kesempatan itu, Damingun menyoroti bahwa lonjakan harga tiket pesawat di Kalimantan Timur bukan persoalan tarif semata, tetapi juga menyangkut keadilan akses masyarakat terhadap transportasi udara. Menurutnya, kondisi geografis Kalimantan Timur yang masih memiliki keterbatasan konektivitas darat dan laut menjadikan pesawat sebagai kebutuhan utama, bukan lagi sekadar pilihan moda transportasi.

“Ketika akses terhadap penerbangan semakin sulit karena harga tiket terlalu mahal, maka dampaknya bukan hanya dirasakan individu, tetapi juga sektor ekonomi secara luas,” ujarnya.

Ia menjelaskan, mahalnya tiket pesawat dapat menghambat aktivitas bisnis, distribusi barang dan jasa, hingga mobilitas masyarakat. Jika kondisi ini terus berlanjut, maka potensi inflasi sektoral dapat terjadi seiring menurunnya daya beli masyarakat.

Damingun juga menekankan bahwa kelompok masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah menjadi pihak yang paling terdampak. Menurutnya, masyarakat dengan kemampuan ekonomi tinggi cenderung tetap mampu membeli tiket berapapun harganya, sementara pelaku usaha kecil dan menengah justru menghadapi kesulitan.

Damingun bersama Subandi dan Zaldi

“Yang paling terpengaruh adalah masyarakat kecil dan menengah, termasuk mereka yang usahanya bergantung pada mobilitas udara,” katanya.

Selain berdampak pada ekonomi, ia menilai mahalnya tiket pesawat juga berpotensi mengganggu akses pendidikan, pelayanan pemerintahan, dan kebutuhan sosial lainnya. Karena itu, ia mendorong pemerintah hadir melalui langkah intervensi yang konkret.

Salah satu solusi yang disampaikan adalah pemberian subsidi avtur maupun relaksasi pajak sektor transportasi udara agar harga tiket tetap terjangkau bagi masyarakat. Menurutnya, kebijakan subsidi dan insentif pajak dapat menjadi langkah jangka pendek yang efektif menjaga stabilitas harga tiket.

“Pemerintah harus hadir ketika terjadi gejolak kenaikan tiket. Jika persoalan ini tidak ditangani serius, maka yang mahal bukan hanya tiket pesawat, tetapi konektivitas masa depan Kalimantan Timur juga ikut terganggu,” tegasnya.

Menutup penyampaiannya, Damingun menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari banyaknya infrastruktur yang dibangun, tetapi juga dari kemudahan masyarakat dalam mengakses layanan transportasi. Ia menilai akses penerbangan yang terjangkau menjadi salah satu faktor penting untuk mendorong kemajuan daerah.

 

 

Penulis: Raisha Azzahro

Foto: Tio Andika

Tags:
Kabar Kampus
Berita lainnya