Ki Hajar Dewantara dan Nilai Pendidikan yang Relevan bagi Mahasiswa Masa Kini
Penulis: Raisha Azzahro
umkt.ac.id, Samarinda – Nama Ki Hajar Dewantara tidak dapat dipisahkan dari perjalanan sejarah pendidikan Indonesia. Sebagai pelopor pendidikan nasional, beliau mewariskan gagasan besar bahwa kemajuan bangsa hanya dapat dicapai melalui pendidikan yang memerdekakan manusia.
Di tengah perkembangan teknologi yang pesat, arus informasi, serta persaingan dunia kerja yang semakin kompetitif, kemampuan akademik saja tidak cukup. Karakter seperti kemandirian, disiplin, ketekunan, kemampuan beradaptasi, dan semangat belajar menjadi bekal penting untuk menghadapi perubahan zaman. Nilai-nilai tersebut sejatinya telah ada dalam filosofi pendidikan Ki Hajar Dewantara.
Salah satu ajaran beliau yang paling dikenal adalah “Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani.” Artinya, di depan memberi teladan, di tengah membangun semangat, dan di belakang memberi dorongan. Filosofi ini menegaskan pentingnya peran setiap individu, baik pendidik, pemimpin, maupun mahasiswa, untuk menjadi teladan sekaligus penggerak di lingkungan sekitarnya.
Bagi mahasiswa, nilai ini dapat diwujudkan melalui hal-hal sederhana, seperti disiplin dalam belajar, aktif berorganisasi, berkontribusi dalam kegiatan sosial, serta mampu bekerja sama.
Ki Hajar Dewantara juga menekankan bahwa pendidikan adalah proses memerdekakan manusia. Pendidikan seharusnya mampu melahirkan individu yang bebas untuk berpikir, kreatif, mandiri, serta bertanggung jawab. Karena itu, kampus semestinya tidak dipandang sebagai tempat mengejar nilai akademik semata, tetapi juga ruang untuk bertumbuh, berdiskusi, mengembangkan gagasan, dan menciptakan karya yang bermanfaat.
Selain itu, Ki Hajar Dewantara memandang bahwa setiap individu memiliki potensi yang berbeda-beda. Ada yang unggul dalam bidang akademik, kewirausahaan, teknologi, maupun seni. Pandangan ini mengajarkan bahwa kesuksesan tidak dapat diukur dengan satu standar yang sama. Karena itu, pendidikan seharusnya memberi ruang bagi setiap individu untuk berkembang sesuai bakat dan minatnya masing-masing. Hal ini perlu diiringi mahasiswa dengan mengenali potensinya dan mengembangkan keterampilannya, hingga akhirnya menciptakan karya.
Semangat Ki Hajar Dewantara sejalan dengan komitmen Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) dalam mencetak lulusan unggul, berkarakter, dan siap menghadapi masa depan. Melalui penguatan akademik, pengembangan soft skills, riset, inovasi, serta pengabdian kepada masyarakat, UMKT terus mendorong mahasiswa menjadi generasi yang memberi dampak nyata bagi lingkungannya.
Pemikiran Ki Hajar Dewantara membuktikan bahwa nilai-nilai pendidikan sejati tidak lekang oleh waktu. Di tengah dunia yang bergerak cepat, semangat memerdekakan manusia melalui ilmu pengetahuan tetap menjadi fondasi penting dalam menyiapkan masa depan Indonesia.
Penulis: Raisha Azzahro
Sumber gambar: Freepik