Menghadapi Perubahan Iklim di Kalimantan Timur, Apa yang Bisa Dilakukan Mahasiswa?

 Diposting pada: Jumat, 05 Juni 2026, 09:00 WITA
 Penulis: Raisha Azzahro
Sejalan dengan TPB nomor:
SDGs 4 SDGs 9 SDGs 11 SDGs 13 SDGs 15
Menghadapi Perubahan Iklim di Kalimantan Timur, Apa yang Bisa Dilakukan Mahasiswa?

umkt.ac.id, Samarinda — Kalimantan Timur menghadapi tantangan lingkungan yang serius akibat perubahan iklim. Kenaikan suhu udara, meningkatnya frekuensi cuaca ekstrem, hingga berkurangnya tutupan hutan menjadi sejumlah indikator yang menunjukkan bahwa dampak perubahan iklim tidak lagi menjadi ancaman masa depan, melainkan telah dirasakan saat ini. Dalam kondisi tersebut, mahasiswa memiliki peluang besar untuk berkontribusi melalui berbagai aksi nyata di lingkungan kampus maupun masyarakat. 

Data pengamatan selama 40 tahun dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang dikutip dari Kompas.id menunjukkan bahwa Kalimantan Timur mengalami laju kenaikan suhu udara permukaan tertinggi di Indonesia. Peningkatan suhu ini sangat berkontribusi terhadap cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi. Di Kalimantan Timur, fenomena hujan dengan intensitas tinggi yang memicu banjir maupun periode kemarau yang semakin panas menjadi salah satu bentuk dampak yang mulai dirasakan masyarakat.

Perubahan iklim juga berkaitan erat dengan kondisi  tutupan hutan. Berdasarkan data Global Forest Watch 2025, sekitar 79 persen kehilangan tutupan pohon di Kalimantan Timur sepanjang 2001–2025 terjadi akibat aktivitas yang menyebabkan deforestasi, seperti pertambangan dan pembangunan permukiman. Padahal, hutan memiliki peran penting dalam menyerap karbon dan menjaga keseimbangan iklim. Kehilangan tutupan hutan tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga dapat meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi basah seperti banjir dan longsor.

Data dari Global Forest Watch

Di lingkungan perguruan tinggi, mahasiswa memiliki banyak peluang untuk terlibat dalam upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. Melalui kegiatan penelitian, mahasiswa dapat mengembangkan inovasi yang mendukung pengelolaan lingkungan, seperti teknologi pengolahan sampah, energi terbarukan, maupun konservasi sumber daya alam. Selain itu, program pengabdian kepada masyarakat dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) juga dapat menjadi sarana untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah, reboisasi, serta penggunaan sumber daya alam secara bijak. 

Selain itu, mahasiswa juga dapat berpartisipasi dalam berbagai gerakan ramah lingkungan, mulai dari pengurangan penggunaan plastik sekali pakai dan penghematan energi. Pemanfaatan media sosial untuk menyebarkan informasi berbasis data mengenai perubahan iklim juga dapat menjadi langkah strategis yang bisa dilakukan mahasiswa untuk meningkatkan kesadaran publik. 

Keterlibatan mahasiswa dalam isu perubahan iklim merupakan investasi bagi masa depan Kalimantan Timur. Dengan pengetahuan, inovasi, dan semangat kolaborasi yang dimiliki, mahasiswa dapat menjadi agen perubahan yang mendorong pembangunan berkelanjutan. Melalui aksi sederhana yang dilakukan secara konsisten serta kontribusi dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan lingkungan Kalimantan Timur di masa depan. 

 

 

Penulis: Raisha Azzahro

Sumber Gambar: Detik.com

Tags:
Artikel & Opini
Berita lainnya