1 Muharram: Semangat Tajdid Muhammadiyah dalam Menjawab Tantangan Zaman
Penulis: Raisha Azzahro
umkt.ac.id, Samarinda — Tahun Baru Islam 1 Muharram adalah tanggal yang penting bagi umat muslim di seluruh dunia. Dalam lingkungan perguruan tinggi, pergantian tahun ini dapat dimaknai sebagai momen untuk merefleksikan perjalanan yang telah dilalui sekaligus memperkuat komitmen dalam menuntut ilmu, berinovasi, dan mengabdi kepada masyarakat. Dalam Muhammadiyah, semangat tersebut dikenal sebagai tajdid atau pembaruan.
Dalam Muhammadiyah, tajdid dimaknai sebagai upaya mengembalikan ajaran Islam kepada Al-Qur'an dan Sunnah yang autentik sekaligus menghadirkan pembaruan agar umat mampu menjawab tantangan zaman.
Semangat tajdid yang diwariskan KH. Ahmad Dahlan ini mendorong umat Islam tidak hanya memahami agama secara tekstual, tetapi juga mewujudkan nilai-nilainya melalui pendidikan, pelayanan sosial, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat.
Di Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT), semangat tajdid tercermin melalui kegiatan pendidikan, penelitian, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat. Momen 1 Muharram ini menjadi pengingat bagi seluruh sivitas akademika untuk terus bertumbuh dan memberikan kontribusi positif di tengah perubahan yang semakin cepat.
Di era transformasi digital dan perkembangan kecerdasan buatan, semangat tajdid sangat dibutuhkan. Mahasiswa dituntut tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga memiliki integritas, etika, serta kemampuan berpikir kritis dalam menghadapi berbagai tantangan masa depan.
Sebagai perguruan tinggi yang berlandaskan nilai Islam dan Kemuhammadiyahan, UMKT memiliki peran strategis dalam menanamkan semangat pembaruan melalui penguatan budaya akademik, pengembangan karakter dan kepemimpinan, serta kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Dengan demikian, kampus tidak hanya menghasilkan lulusan yang kompeten, tetapi juga individu yang berperan terhadap kemajuan umat dan bangsa.
1 Muharram mengingatkan bahwa setiap perubahan besar berawal dari kemauan untuk terus memperbaiki diri. Dengan semangat tajdid, sivitas akademika diharapkan terus belajar, berinovasi, dan memberikan manfaat bagi masyarakat demi terwujudnya peradaban yang berkemajuan.
Penulis: Raisha Azzahro
Sumber Gambar: Freepik