Workshop Kurikulum FIK UMKT Selaraskan Pendidikan Keperawatan dengan Standar Nasional Terbaru
Penulis: Raisha Azzahro
umkt.ac.id, Samarinda – Fakultas Ilmu Keperawatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) menggelar “Workshop Kurikulum Program Studi S1 Keperawatan dan Profesi Ners” selama dua hari pada Selasa dan Rabu (21-22/7), di Gedung G dan Gedung E UMKT. Workshop tersebut dihadiri Wakil Rektor I UMKT, Dekan dan Wakil Dekan FIK UMKT, dan Ketua Program Studi S1 Keperawatan, mahasiswa, alumni, rumah sakit mitra, serta perwakilan Lembaga Jaminan Mutu (LJM) UMKT.
Kegiatan ini bertujuan menyelaraskan kurikulum pembelajaran dengan standar terbaru Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Indonesia (AIPNI) 2024. Melalui pembaruan kurikulum tersebut, FIK UMKT berkomitmen mencetak tenaga keperawatan yang profesional, berdaya saing global, unggul dalam bidang gawat darurat, serta menjunjung tinggi nilai-nilai Islami.
Dalam sambutannya, Wakil Rektor I UMKT, Abdul Halim, menegaskan bahwa kurikulum merupakan fondasi utama dalam menjaga mutu pendidikan tinggi sekaligus keberhasilan akreditasi.
"Napas utama akreditasi adalah kurikulum. Tanpa kurikulum yang baik, institusi tidak dapat mendidik dengan optimal. Kegiatan ini penting untuk memastikan kurikulum kita selaras dengan standar sehingga lulusan UMKT benar-benar dibutuhkan oleh dunia kerja," ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, FIK UMKT menghadirkan Ketua Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Indonesia (AIPNI), Khudazi Aulawi, sebagai narasumber. Ia memaparkan Kurikulum Pendidikan Ners Indonesia 2024 yang disusun berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi serta Permendikti Saintek Nomor 39 Tahun 2025 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi.
Dalam paparannya, Khudazi menjelaskan sejumlah penyesuaian penting dalam kurikulum terbaru, di antaranya penyederhanaan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) menjadi empat poin utama pada tahap akademik dan profesi, penataan implementasi Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) pada semester enam, hingga fleksibilitas dalam penyusunan tugas akhir mahasiswa.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya memperkuat keunggulan program studi, khususnya pada bidang penanganan gawat darurat, integrasi teknologi informasi dalam pembelajaran, serta penanaman nilai-nilai Islami dan kepedulian terhadap lingkungan sebagai lulusan keperawatan.

Melalui workshop ini, FIK UMKT berharap kurikulum yang dihasilkan mampu menjawab perkembangan ilmu keperawatan sekaligus kebutuhan dunia kerja. Penyelarasan tersebut juga menjadi bagian dari komitmen UMKT dalam meningkatkan mutu pendidikan dan menghasilkan lulusan keperawatan yang unggul, profesional, adaptif, serta berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional.
Penulis: Ferdyansyah
Editor: Raisha Azzahro
Foto: Zeva Ahmad Zainuri, Fajar Aditya Pratama