Rahasia Mahasiswa Bahagia Setelah Libur Semester: Psychology Recovery

 Diposting pada: Senin, 27 Juli 2026, 09:15 WITA
 Penulis: Raisha Azzahro
Sejalan dengan TPB nomor:
SDGs 3 SDGs 4
Rahasia Mahasiswa Bahagia Setelah Libur Semester: Psychology Recovery

umkt.ac.id, Samarinda – Libur semester sering kali dianggap sebagai waktu untuk "kabur" sejenak dari tugas kuliah, ujian, dan berbagai aktivitas akademik. Namun, pernahkah kalian merasa sudah liburan cukup lama, tetapi tetap merasa lelah, sulit bersemangat, atau justru cemas saat memasuki semester baru? Dalam ilmu psikologi, kondisi ini berkaitan dengan proses recovery, yaitu pemulihan fisik dan mental setelah menghadapi tekanan dalam jangka waktu tertentu.

Recovery bukan sekadar beristirahat atau tidur lebih lama. Psikologi  menjelaskan bahwa pemulihan yang efektif melibatkan kemampuan seseorang untuk benar-benar melepaskan diri dari beban akademik, melakukan aktivitas yang menyenangkan, serta memperoleh kembali energi untuk menghadapi tantangan berikutnya. Dengan kata lain, kualitas libur jauh lebih penting daripada lamanya libur.

Salah satu teori yang banyak digunakan dalam psikologi adalah ‘DRAMMA Model’ yang dikembangkan oleh Sabine Sonnentag dan Charlotte Fritz. Model ini menjelaskan bahwa pemulihan optimal dapat diperoleh melalui enam aspek, yaitu detachment (melepaskan diri dari pikiran tentang tugas), relaxation (relaksasi), autonomy (kebebasan memilih aktivitas), mastery (mempelajari hal baru), meaning (menemukan makna dalam aktivitas), dan affiliation (membangun hubungan sosial yang positif). Jika keenam aspek tersebut terpenuhi, seseorang cenderung kembali beraktivitas dengan kondisi psikologis yang lebih sehat.

Bagi mahasiswa, libur semester dapat dimanfaatkan untuk melakukan berbagai aktivitas sederhana yang mendukung proses recovery. Misalnya mencoba hobi baru, membaca buku di luar materi kuliah, berolahraga secara rutin, menghabiskan waktu bersama keluarga, mengikuti kegiatan sosial, atau menjelajahi tempat baru. Aktivitas-aktivitas tersebut membantu mengurangi stres sekaligus meningkatkan suasana hati sehingga mahasiswa lebih siap menghadapi ritme perkuliahan yang kembali padat.

Sebaliknya, menghabiskan liburan hanya dengan terus menatap layar gawai atau masih dibayangi tugas dan target akademik dapat membuat proses recovery menjadi kurang optimal. Akibatnya, seseorang berisiko mengalami kelelahan berkepanjangan (burnout), kehilangan motivasi belajar, hingga kesulitan berkonsentrasi saat perkuliahan dimulai kembali.

Memasuki semester baru, mahasiswa juga tidak perlu langsung memaksakan diri untuk bekerja dengan intensitas tinggi. Menyusun target belajar yang realistis, mengatur kembali jadwal harian, menjaga pola tidur, mengonsumsi makanan bergizi, serta meluangkan waktu untuk berolahraga merupakan langkah sederhana yang dapat membantu transisi menuju aktivitas akademik secara lebih sehat.

Sebagai institusi yang berkomitmen menciptakan lingkungan belajar yang mendukung kesejahteraan mahasiswa, Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) mendorong sivitas akademika untuk tidak hanya mengejar prestasi, tetapi juga menjaga kesehatan mental. Memahami pentingnya recovery merupakan bagian dari upaya membangun keseimbangan antara pencapaian akademik dan kualitas hidup. Dengan kondisi fisik dan mental yang pulih, mahasiswa akan lebih siap belajar, beradaptasi, serta mengembangkan potensi terbaiknya sepanjang semester.

Tags:
Artikel & Opini
Berita lainnya