Hari Kemerdekaan dan Semangat Tajdid: Relevansi Pancasila di Era Kampus Modern
Penulis: Raisha Azzahro
umkt.ac.id, Samarinda — Hari Kemerdekaan Republik Indonesia bukan hanya untuk mengenang perjuangan para pendahulu bangsa. Tanggal 17 Agustus menjadi ruang refleksi untuk melihat kembali makna kemerdekaan dapat terus dihidupkan di tengah perubahan zaman, termasuk dalam lingkungan perguruan tinggi.
Pada perguruan tinggi di era modern saat ini, mahasiswa tidak hanya berhadapan dengan persoalan akademik, tetapi juga perkembangan teknologi, arus informasi, kecerdasan buatan, dinamika sosial, hingga tantangan keberagaman. Kondisi tersebut membuat Pancasila masih dan akan terus relevan sebagai fondasi dalam membangun karakter yang kritis, berintegritas, dan bertanggung jawab.
Bagi perguruan tinggi Muhammadiyah, semangat tersebut dapat berjalan beriringan dengan tajdid, yakni semangat pembaruan yang mendorong umat untuk terus melakukan perbaikan dan menghadirkan solusi atas persoalan zaman. Tajdid bukan berarti meninggalkan nilai-nilai dasar, melainkan menghadirkan pemahaman dan praktik yang relevan dan dekat dengan kebutuhan masyarakat.
Nilai Ketuhanan, misalnya, dapat diwujudkan melalui integritas dalam kehidupan akademik. Kejujuran dalam mengerjakan tugas, menjunjung adab, menghindari plagiarisme, serta menggunakan teknologi dan kecerdasan buatan secara bijak merupakan bentuk nyata pengamalan nilai tersebut di lingkungan kampus.
Sementara itu, nilai kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial dapat diterapkan melalui budaya kampus yang inklusif. Perbedaan latar belakang dan pemikiran tidak semestinya menjadi penghalang untuk berkolaborasi. Kampus justru dapat menjadi ruang untuk belajar berdiskusi, menghargai perbedaan, dan menghadirkan kebermanfaatan bagi masyarakat.
Semangat kemerdekaan seharusnya tidak berhenti pada seremoni dan perayaan saja. Di lingkungan kampus, kemerdekaan dapat dimaknai sebagai keberanian untuk berpikir kritis, berinovasi, serta menghadirkan perubahan yang berdampak. Semangat tajdid memperkuat ikhtiar tersebut agar generasi muda tidak hanya menjadi penonton perubahan, tetapi turut andil di dalamnya.
Hari Kemerdekaan menjadi pengingat bahwa pembangunan Indonesia merupakan proses yang sedang dan akan terus berlangsung. Kampus memiliki peran strategis untuk menyiapkan generasi yang mampu memadukan kecakapan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan nilai kebangsaan, moral, serta kepedulian sosial. Dengan semangat Pancasila dan tajdid, kemerdekaan dapat terus diisi melalui karya, inovasi, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Penulis: Raisha Azzahro