Mengambil Ibrah Surah An-Nahl, Tim Hibah Al-Basit UMKT Latih Siswa Budidaya Lebah Kelulut
Penulis: Raisha Azzahro
umkt.ac.id, Samarinda — Mengambil hikmah dari lebah sebagaimana termaktub dalam Al-Qur’an Surah An-Nahl, Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) melalui skema Program Hibah Al-Basit melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di SMA Istiqamah Muhammadiyah Boarding School Samarinda, Senin (1/6).
Kegiatan ini menyasar dua kelompok, yakni siswa SMA Istiqamah MB School Samarinda dan kader fasilitator dari Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) Kalimantan Timur. Kader yang telah mendapatkan pelatihan diharapkan dapat menjadi fasilitator pendamping di lapangan untuk mendukung keberlanjutan program serta membantu mengembangkan usaha produktif berbasis keumatan.
Bertajuk “Edukasi dan Pelatihan Kewirausahaan Budidaya Lebah Kelulut Berbasis Nilai Kemuhammadiyahan”, kegiatan ini mendapat antusiasme para siswa. Program tersebut dirancang untuk mengenalkan potensi biodiversitas lebah kelulut dan pemanfaatan produk madu, sekaligus menumbuhkan karakter serta jiwa kewirausahaan siswa sejak dini.
Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi dan tes awal untuk memetakan pemahaman dasar peserta. Setelah itu, siswa memperoleh poster edukasi sebagai media pendukung pembelajaran. Kegiatan kemudian dibuka oleh Guru Kemuhammadiyahan SMA Istiqamah MB School Samarinda, Aslianti.
Memasuki inti acara, peserta mendapatkan materi dari tim dosen lintas disiplin ilmu UMKT bersama praktisi. Ulfatul Muflihah menyampaikan materi pertolongan pertama dan teknik penanganan luka ringan. Selanjutnya, Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Hibah Al-Basit UMKT, Paula Mariana Kustiawan, memaparkan khasiat madu dan produk lebah lainnya dalam penyembuhan luka serta potensi bioaktivitasnya.
Materi kemudian dilanjutkan Nida Amalia yang membahas potensi kewirausahaan madu kelulut, termasuk tata cara pengurusan izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) dan sertifikasi halal bagi pemula. Sementara itu, Praja Hadi Saputra memberikan pembekalan mengenai analisis ekonomi, simulasi biaya produksi, serta perencanaan usaha budidaya lebah kelulut dengan modal terbatas.
Tidak hanya melalui teori, peserta juga memperoleh kesempatan melakukan pengamatan langsung menggunakan sarang lebah kelulut. Siswa diajak mempelajari perilaku lebah sekaligus mempraktikkan tata cara pemanenan madu secara higienis dan tepat.

Perwakilan Nasyiatul Aisyiyah yang bertindak sebagai fasilitator kegiatan, Rini Astuti, menyambut positif kolaborasi tersebut. Ia menilai keterlibatan kader NA menjadi langkah strategis dalam mendorong kemandirian ekonomi. Melalui pendampingan berkelanjutan, kader NA diharapkan dapat mendampingi siswa dan masyarakat sekitar dalam mengembangkan budidaya kelulut menjadi unit usaha yang bernilai ekonomis dan berdaya saing.
Program ini juga terintegrasi dengan Kurikulum Kemuhammadiyahan, khususnya materi Muamalah Dunyawiyah yang mengajarkan etika ekonomi Islam dan kewirausahaan, serta nilai-nilai Teologi Al-Ma’un yang menekankan kemandirian, etos kerja, dan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
Guru Kemuhammadiyahan SMA Istiqamah MB School Samarinda, Aslianti, mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran tim UMKT memberikan dimensi baru dalam pembelajaran Kemuhammadiyahan. Materi Muamalah Dunyawiyah dan etos kemandirian Muhammadiyah yang sebelumnya dipelajari secara teori kini dapat diterapkan melalui praktik budidaya dan pemanfaatan potensi lokal secara mandiri.
Di sisi lain, kegiatan tersebut menjadi bagian dari penerapan keilmuan sivitas akademika UMKT secara langsung di masyarakat. Melalui kegiatan pengabdian, pengetahuan yang dimiliki perguruan tinggi dapat diimplementasikan untuk memberikan manfaat dan dampak nyata bagi masyarakat.
Sebagai bentuk apresiasi dan sinergi antarlembaga, kegiatan ditutup dengan penyerahan sertifikat penghargaan kepada PWNA Kalimantan Timur atas dukungan yang diberikan. Seluruh narasumber, fasilitator, pihak sekolah, dan perwakilan peserta kemudian mengikuti sesi foto bersama.
Melalui Program Hibah Al-Basit UMKT, edukasi budidaya lebah kelulut diharapkan tidak hanya menjadi pembelajaran kontekstual yang memperkuat nilai-nilai Kemuhammadiyahan di sekolah, tetapi juga mendorong siswa dan kader fasilitator untuk mengembangkan wirausaha mandiri yang memberikan kemaslahatan bagi masyarakat.
Editor: Raisha Azzahro