Sabun Kertas Karamunting, Inovasi Praktis Mahasiswa UMKT untuk Mendukung Kebiasaan Hidup Bersih
Penulis: Raisha Azzahro
umkt.ac.id, Samarinda — Kebiasaan mencuci tangan menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga kebersihan diri dan mencegah penyebaran berbagai mikroorganisme. Melihat kebutuhan akan produk kebersihan yang praktis dan mudah dibawa, tim Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K) dari S1 Kesehatan Lingkungan Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) menghadirkan inovasi sabun kertas berbahan ekstrak daun karamunting yang diberi nama ‘Kara Bubbles’.
Tim ini diketuai Kaysaa Alimah Wahab dengan anggota Alya Novi Safitri, Sarah Aulia Jannah Tarmiji, Kartika Persada Cahyaning Sekar, dan Amelina Sayyidina Azzahra, di bawah pendampingan Ratna Yuliawati selaku Dosen Pendamping.
Mengusung konsep praktis, inovatif, dan berbasis potensi lokal, Kara Bubbles dirancang sebagai sabun dalam bentuk lembaran tipis yang mudah digunakan dalam berbagai aktivitas sehari-hari. Produk ini memanfaatkan karamunting (Rhodomyrtus tomentosa), salah satu tanaman yang tumbuh di wilayah Kalimantan dan memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk bernilai guna.
Daun karamunting diketahui mengandung sejumlah senyawa metabolit sekunder, di antaranya flavonoid, saponin, fenol, dan tanin. Kandungan tersebut menjadi salah satu dasar pemilihan karamunting sebagai bahan dalam pengembangan produk sabun kertas. Melalui inovasi ini, tim mahasiswa berupaya mengangkat potensi tanaman lokal sekaligus mengolahnya menjadi produk kebersihan yang praktis.
Pengembangan Kara Bubbles dilakukan melalui beberapa tahapan. Proses diawali dengan ekstraksi daun karamunting yang kemudian dipadukan dengan bahan penyusun sabun lainnya. Sediaan yang dihasilkan selanjutnya diaplikasikan pada kertas yang telah dibentuk sesuai ukuran, kemudian melalui proses pengeringan hingga menjadi lembaran sabun yang siap digunakan.
Dalam penggunaannya, lembaran Kara Bubbles dapat menjadi alternatif sabun yang mudah dibawa saat beraktivitas di luar rumah. Ukurannya yang kecil membuat produk dapat disimpan di dalam tas atau tempat yang tidak membutuhkan banyak ruang. Berbeda dengan sabun cair, bentuk lembaran juga membuat produk lebih praktis dibawa karena tidak berisiko tumpah.
Tidak hanya mengutamakan fungsi, Kara Bubbles juga dikembangkan dengan kemasan yang dilengkapi gantungan. Dengan desain tersebut, produk dapat dibawa dengan mudah sekaligus menjadi aksesori pada tas maupun barang pribadi lainnya.
Melalui pendanaan PKM-K, tim mahasiswa terus melakukan pengembangan Kara Bubbles, mulai dari pengujian kualitas hingga proses pemasaran dan penjualan. Pengembangan tersebut diharapkan dapat mendorong produk tidak berhenti sebagai luaran program, tetapi berkembang menjadi inovasi kewirausahaan yang memiliki nilai jual dan manfaat bagi masyarakat.
Inovasi sabun kertas berbahan karamunting ini sekaligus menjadi upaya mahasiswa UMKT dalam memanfaatkan potensi sumber daya lokal melalui kreativitas dan kewirausahaan. Ke depan, Kara Bubbles diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai produk inovatif yang membawa nama baik UMKT sekaligus memberikan nilai jual bagi potensi tanaman lokal.