Fakultas Farmasi UMKT bersama dengan APTFI Gelar Pelatihan Penguji OSCE untuk Tingkatkan Mutu Lulusan Apoteker

 Diposting pada: Senin, 02 Februari 2026, 14:49 WITA
 Penulis: Trisna Ika Fitri
Sejalan dengan TPB nomor:
SDGs 4
Fakultas Farmasi UMKT bersama dengan APTFI Gelar Pelatihan Penguji OSCE untuk Tingkatkan Mutu Lulusan Apoteker

Samarinda – Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) melalui Fakultas Farmasi menggelar Pelatihan Penguji Objective Structured Clinical Examination (OSCE) yang dilaksanakan pada Sabtu (31/1) hingga Minggu (1/2). Kegiatan yang bertempat di Gedung G UMKT ini merupakan hasil kerja sama antara UMKT dan Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI) dalam rangka meningkatkan kualitas serta standarisasi uji kompetensi bagi lulusan Program Pendidikan Profesi Apoteker.

Pelatihan tersebut dihadiri oleh Dekan Fakultas Farmasi UMKT, Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker UMKT, para narasumber dan fasilitator, serta peserta pelatihan penguji OSCE. Pada hari pertama, peserta memperoleh pembekalan menyeluruh mengenai konsep OSCE sebagai metode uji kompetensi, penyusunan blueprint dan templat soal, peran dan tanggung jawab penguji, hingga pengaturan standar pelaksanaan OSCE.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Farmasi UMKT, apt. Tri Budi Julianti, M.Si., Ph.D., menyampaikan apresiasi atas terwujudnya kolaborasi tersebut. Ia menekankan bahwa OSCE memiliki peran penting sebagai metode evaluasi untuk menjamin kompetensi lulusan, khususnya dalam pendidikan profesi apoteker.

Ia juga menegaskan bahwa pelatihan ini menjadi sarana untuk menyatukan persepsi para penguji, meningkatkan kualitas pelaksanaan, serta memastikan proses OSCE berjalan sesuai dengan standar yang berlaku sehingga mampu menghasilkan penilaian yang objektif dan terstruktur.

Perwakilan Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia sekaligus narasumber, apt. Hanni Prihastuti P., S.Si., M.Si., M.Phil., Ph.D., menekankan pentingnya peran penguji dalam keberhasilan pelaksanaan OSCE. Senada dengan hal tersebut, narasumber lainnya, Dr. apt. Dika Pramita, M.Farm., menyampaikan bahwa pelatihan ini bertujuan memastikan seluruh penguji memiliki pemahaman dan kompetensi yang selaras dengan standar nasional.

Ia menjelaskan bahwa penguji merupakan elemen kunci dalam OSCE karena kualitas penilaian sangat menentukan pencapaian kompetensi peserta. Oleh karena itu, melalui pelatihan ini diharapkan seluruh penguji memiliki pemahaman yang seragam agar hasil evaluasi yang dihasilkan benar-benar objektif dan bermakna.

Pada hari kedua, kegiatan difokuskan pada simulasi dan pelaksanaan ujian OSCE yang dilanjutkan dengan sesi refleksi dan evaluasi. Rangkaian kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman praktik secara langsung sekaligus memperkuat pemahaman peserta mengenai alur dan mekanisme pelaksanaan OSCE yang ideal.

Melalui pelatihan ini, UMKT bersama APTFI menegaskan komitmen dalam menjaga serta meningkatkan mutu pendidikan farmasi, khususnya dalam menjamin proses evaluasi kompetensi yang objektif, terstandar, dan berorientasi pada kualitas lulusan. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat peran institusi pendidikan tinggi farmasi dalam mencetak tenaga kesehatan yang kompeten dan siap berkontribusi bagi masyarakat.

Berita lainnya