Tanah Grogot, 30 April 2026 – Fakultas Pertanian Dan Bisnis Digital UMKT turut menghadiri kegiatan Ngibar (Ngisi Bareng) Kuesioner Sensus Ekonomi 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Paser pada Kamis, 30 April 2026. Kegiatan ini berlangsung di ruang rapat BPS Kabupaten Paser, Jalan Gajah Mada No. 76, Tanah Grogot.
Kehadiran Fakultas Pertanian Dan Bisnis Digital UMKT dalam kegiatan tersebut diwakili oleh Wakil Dekan II, Asman, S.P., M.P., sebagai bentuk partisipasi aktif perguruan tinggi dalam mendukung program strategis nasional, khususnya dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026).
Kegiatan Ngibar ini merupakan bagian dari agenda prioritas nasional yang bertujuan untuk melakukan pendataan dan pencacahan lengkap seluruh unit usaha di berbagai sektor ekonomi yang akan berlangsung mulai Mei hingga Agustus 2026.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta bersama-sama melakukan pengisian kuesioner Sensus Ekonomi yang mencakup berbagai aspek usaha, seperti data tenaga kerja, pendapatan, pengeluaran, hingga aset usaha. Hal ini dilakukan guna memastikan data yang dihimpun akurat, valid, dan dapat menjadi dasar dalam perumusan kebijakan pembangunan ekonomi ke depan.
Kegiatan ini juga menjadi sarana bagi perguruan tinggi untuk berkontribusi langsung dalam pembangunan daerah melalui penyediaan data yang akurat dan terpercaya. BPS Kabupaten Paser sendiri mengundang berbagai instansi pendidikan dan lembaga lainnya untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini, termasuk Fakultas Pertanian Dan Bisnis Digital UMKT Tanah Grogot.
Sebagai penutup, Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) berharap keikutsertaan dalam kegiatan ini dapat semakin memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung penyediaan data statistik yang akurat dan terpercaya. Melalui kolaborasi yang berkelanjutan dengan Badan Pusat Statistik, UMKT juga berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam pembangunan ekonomi daerah maupun nasional, serta mendorong sivitas akademika agar lebih aktif dalam kegiatan yang berdampak langsung bagi masyarakat.