Tarawih “Satu Fakultas Satu Malam”, FEBP UMKT Maknai Ramadhan melalui Tadabbur Wahyu Pertama
Penulis: Muhammad Saputra
Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) melalui Lembaga Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) terus menyemarakkan syiar Ramadhan dengan berbagai kegiatan keagamaan di lingkungan kampus. Salah satu program yang rutin dilaksanakan adalah shalat tarawih berjamaah dengan konsep “Satu Fakultas Satu Malam”, di mana setiap fakultas secara bergiliran menjadi penyelenggara kegiatan ibadah tersebut. Pada malam ini, kegiatan tarawih diikuti oleh civitas akademika dari Fakultas Ekonomi, Bisnis, dan Politik yang terdiri dari dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa (HIMA).
Kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa, 3 Maret 2026 ini dipimpin oleh Dr. H. Suwoko, S.E., M.M. yang sekaligus menyampaikan kultum kepada para jamaah. Dalam tausiyahnya, beliau mengangkat tema tentang pentingnya memahami wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, yaitu Surah Al-‘Alaq ayat 1–5.
Beliau menjelaskan bahwa ayat pertama yang berbunyi “Iqra’ bismi rabbika” merupakan perintah membaca yang tidak sekadar dimaknai sebagai aktivitas membaca teks, tetapi juga sebagai dorongan untuk belajar dan mencari ilmu dengan senantiasa melibatkan nilai-nilai ketuhanan. Dalam konteks pendidikan, perintah membaca tersebut mengandung makna bahwa proses belajar yang dilandasi dengan nilai-nilai ilahiyah akan melahirkan generasi yang memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan kedalaman spiritual. Nilai inilah yang seharusnya diimplementasikan dalam proses pembelajaran di lingkungan perguruan tinggi.
Lebih lanjut beliau menyampaikan bahwa bulan Ramadhan memiliki kaitan yang sangat erat dengan Al-Qur’an. Allah SWT menyampaikan bahwa pada bulan inilah Al-Qur’an pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril. Peristiwa tersebut dikenal sebagai Nuzulul Qur’an, yang diperingati setiap tanggal 17 Ramadhan sebagai momentum turunnya wahyu pertama kepada Rasulullah SAW.
Dalam penjelasannya, beliau menegaskan bahwa Al-Qur’an diturunkan sebagai hudan atau petunjuk bagi seluruh manusia, sekaligus sebagai pembeda antara yang hak dan yang batil, antara yang baik dan yang buruk, serta antara yang benar dan yang salah. Oleh karena itu, umat Islam diharapkan semakin mendekatkan diri kepada Al-Qur’an, khususnya di bulan Ramadhan yang penuh keberkahan.
Melalui kegiatan tarawih berjamaah ini, diharapkan seluruh sivitas akademika UMKT dapat memperkuat nilai-nilai spiritual sekaligus menjadikan Ramadhan sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas iman, ilmu, dan amal. Program “Satu Fakultas Satu Malam” juga menjadi sarana mempererat ukhuwah antar civitas akademika serta meneguhkan komitmen UMKT sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat dalam nilai-nilai religius dan keislaman.