Soroti Darurat HIV/AIDS di Kalangan Mahasiswa, HIMADIKA D3 Keperawatan UMKT Gelar Seminar Edukasi Seksual

 Diposting pada: Senin, 08 Juni 2026, 14:56 WITA
 Penulis: Wahyuni Wahyuni
Soroti Darurat HIV/AIDS di Kalangan Mahasiswa, HIMADIKA D3 Keperawatan UMKT Gelar Seminar Edukasi Seksual

Himpunan Mahasiswa D3 Keperawatan (HIMADIKA) Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap isu kesehatan terkini dengan menggelar seminar bertajuk "Darurat HIV/AIDS di Kalangan Mahasiswa dan Optimalisasi Edukasi Seksual untuk Pencegahan Dini".

Kegiatan edukatif ini telah sukses diselenggarakan pada tanggal 8 Juni 2026 lalu, mengambil tempat di Aula Gedung E Lantai 4, Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur. Mengingat tren kasus HIV/AIDS yang kian memprihatinkan di kalangan usia produktif, HIMADIKA mengambil langkah proaktif untuk membekali para mahasiswa dengan pengetahuan yang komprehensif.

Untuk mengupas tuntas isu ini, panitia menghadirkan dua pakar yang sangat kompeten di bidangnya. Pemateri pertama adalah Ns. Tri Wahyuni, M.Kep., Sp.Mat., Ph.D, yang juga menjabat sebagai Dekan Fakultas Ilmu Keperawatan UMKT. Beliau memberikan pandangan akademis dan asuhan keperawatan terkait kesehatan reproduksi dan pentingnya pencegahan dini.

Selanjutnya, sesi diperdalam dengan kehadiran Ns. Nursiah Mukano, S.Kep, seorang Konselor HIV berpengalaman. Beliau membagikan realita di lapangan, cara penularan, langkah-langkah pencegahan, serta pentingnya menghilangkan stigma negatif terhadap Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA). Edukasi seksual yang tepat ditekankan sebagai kunci utama untuk membentengi generasi muda, khususnya mahasiswa, dari perilaku berisiko.

Seminar ini disambut dengan antusiasme yang tinggi dari kalangan mahasiswa. Hanya dengan investasi pendaftaran sebesar Rp 20.000, para peserta tidak hanya mendapatkan ilmu yang sangat berharga, tetapi juga fasilitas berupa sertifikat kegiatan dan makan siang (makanan berat).

Melalui kegiatan ini, Program Studi D3 Keperawatan FIK UMKT dan HIMADIKA berharap para peserta dapat menjadi agen perubahan (agent of change) di lingkungan kampus maupun masyarakat luas. Pemahaman yang benar mengenai edukasi seksual dan HIV/AIDS diharapkan dapat menekan angka penularan baru dan menciptakan lingkungan pergaulan mahasiswa yang lebih sehat dan aman.

Berita lainnya