Yudisium dan Angkat Sumpah Profesi FIK UMKT 2025/2026
Penulis: Wahyuni Wahyuni
Fakultas Ilmu Keperawatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) kembali mencetak tenaga kesehatan profesional. Pada Selasa (4/8), bertempat di Aula Utama UMKT, telah diselenggarakan prosesi Yudisium dan Angkat Sumpah Profesi Tahun Ajaran 2025/2026. Momen bersejarah ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Program Studi Diploma III (D3) Keperawatan, yang secara resmi melepas para lulusan terbaiknya untuk terjun mengabdi kepada masyarakat.
Acara ini turut dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Timur, perwakilan Dinas Kesehatan Kaltim, perwakilan PPNI Kaltim, serta jajaran rektorat dan dekanat UMKT.
Cetak Perawat Kompeten dengan Kurikulum OBE
Dalam laporan pendidikannya, Dekan FIK UMKT, Tri Wahyuni, menyampaikan bahwa pada periode ini terdapat total 144 lulusan yang dikukuhkan. Dari jumlah tersebut, 7 lulusan merupakan mahasiswa dari Program Diploma III Keperawatan, yang akan bersiap menjadi garda terdepan layanan kesehatan di masyarakat.
Beliau menegaskan bahwa FIK UMKT, khususnya Prodi D3 Keperawatan, terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas lulusan melalui penerapan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE). Pendekatan ini dirancang untuk memastikan setiap perawat lulusan UMKT tidak hanya memiliki kompetensi teknis medis yang mumpuni, tetapi juga adaptif dan siap menghadapi tantangan nyata di dunia kerja.

Tiga Pesan Utama untuk Para Lulusan
Prosesi yudisium ini bukan sekadar seremonial akademik, melainkan juga momen pembekalan spiritual dan profesional bagi para lulusan. Berikut adalah pesan-pesan berharga yang ditekankan oleh para pimpinan:
Jadikan Profesi sebagai Ibadah: Ketua PWM Kalimantan Timur, Muhammad Jafron, mengingatkan agar profesi perawat dijalankan sebagai bentuk pengabdian kepada Sang Pencipta. "Laksanakan setiap pekerjaan karena Allah. Ketika niat diluruskan, setiap tindakan yang dilakukan akan menjadi bagian dari pengabdian yang bernilai ibadah," pesannya.
Keseimbangan Karakter dan Kompetensi: Rektor UMKT, Muhammad Musiyam, menekankan bahwa keterampilan medis harus selalu diiringi dengan karakter yang kuat. Para lulusan dituntut untuk selalu menjaga kejujuran dan tanggung jawab dalam memberikan asuhan keperawatan.
Junjung Tinggi Integritas dan Martabat Manusia: Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim, Ivan Hariyadi, menambahkan bahwa nilai utama yang wajib dipegang oleh seorang tenaga kesehatan adalah integritas, amanah, dan penghormatan penuh terhadap martabat pasien.

Melangkah ke Dunia Profesional
Selain pembacaan Surat Keputusan yudisium dan pengucapan sumpah profesi, rangkaian acara juga diisi dengan penyerahan penghargaan kepada mahasiswa berprestasi baik di bidang akademik maupun non-akademik. Tidak lupa, pihak kampus juga melakukan sosialisasi tracer study dan pusat karier alumni untuk memantau serta mendukung perkembangan profesional para lulusan ke depannya.
Melalui pengukuhan ini, Program Studi D3 Keperawatan FIK UMKT berharap para perawat baru ini siap memberikan kontribusi nyata. Dengan berlandaskan keilmuan yang adaptif dan nilai-nilai Islam, mereka diharapkan mampu memajukan sektor pelayanan kesehatan, baik di wilayah Kalimantan Timur maupun di seluruh Indonesia.