Kuliah Kerja Praktik (KKP) Farmasi UMKT: Membekali Mahasiswa dengan Wawasan Dunia Kerja Kefarmasian

 Diposting pada: Selasa, 23 Juni 2026, 11:13 WITA
 Penulis: Maulina Rahmawati Putri
Sejalan dengan TPB nomor:
SDGs 4
Kuliah Kerja Praktik (KKP) Farmasi UMKT: Membekali Mahasiswa dengan Wawasan Dunia Kerja Kefarmasian

Prodi S1 Farmasi UMKT Selenggarakan Pembekalan KKP Bersama Praktisi Kefarmasian dari Berbagai Sektor

Program Studi S1 Farmasi Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur menyelenggarakan kegiatan Pembekalan Kuliah Kerja Praktik (KKP) selama dua hari sebagai upaya mempersiapkan mahasiswa sebelum melaksanakan praktik lapangan di berbagai fasilitas pelayanan kefarmasian. Kegiatan ini menghadirkan para apoteker praktisi yang berpengalaman dari sektor Pedagang Besar Farmasi (PBF), Rumah Sakit, Puskesmas, dan Apotek sehingga mahasiswa memperoleh gambaran komprehensif mengenai peran dan tanggung jawab apoteker di berbagai bidang pekerjaan. Kegiatan pembekalan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai sistem pelayanan kefarmasian, etika profesi, komunikasi di lingkungan kerja, serta kompetensi yang harus dimiliki selama menjalani Kuliah Kerja Praktik. Selain itu, kegiatan ini menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengenal secara langsung tantangan dan peluang profesi apoteker di berbagai fasilitas kesehatan.

Hari Pertama: Mengenal Dunia Distribusi dan Pelayanan Kefarmasian Rumah Sakit

Pada hari pertama, materi diawali oleh bapak apt. Ragil Dwi A., S.Farm yang membahas peran apoteker di sektor Pedagang Besar Farmasi (PBF). Dalam paparannya, beliau menjelaskan sistem distribusi obat yang baik, manajemen rantai pasok farmasi, pengelolaan penyimpanan dan pendistribusian sediaan farmasi, serta penerapan standar mutu dalam menjaga keamanan produk farmasi hingga sampai ke tangan pasien. Mahasiswa juga diberikan wawasan mengenai peluang karier apoteker di industri distribusi farmasi yang terus berkembang.

Sesi berikutnya disampaikan oleh ibu apt. Reri Ismadiansari, S.Farm yang membahas praktik kefarmasian di rumah sakit. Materi yang diberikan meliputi pengelolaan instalasi farmasi rumah sakit, pelayanan farmasi klinik, pemantauan terapi obat, keselamatan pasien (patient safety), serta kolaborasi apoteker dengan tenaga kesehatan lainnya dalam mendukung keberhasilan terapi pasien. Mahasiswa memperoleh gambaran nyata mengenai kompleksitas pelayanan farmasi di rumah sakit dan pentingnya peran apoteker dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.

Hari Kedua: Penguatan Kompetensi di Puskesmas dan Apotek

Memasuki hari kedua, mahasiswa mendapatkan materi mengenai pelayanan kefarmasian di puskesmas yang disampaikan oleh ibu apt. Rika Yunita Sari, S.Farm. Pada sesi ini dijelaskan mengenai peran strategis apoteker dalam pelayanan kesehatan primer, pengelolaan obat di puskesmas, pelayanan informasi obat, pelaksanaan program kesehatan masyarakat, hingga dukungan apoteker dalam berbagai program pemerintah. Mahasiswa diajak memahami bahwa apoteker tidak hanya berfokus pada pengelolaan obat, tetapi juga berperan aktif dalam upaya promotif dan preventif di masyarakat.

Materi terakhir disampaikan oleh bapak apt. Muhammad Nazwar Ramadhani, S.Farm yang membahas praktik kefarmasian di apotek. Beliau menjelaskan berbagai aspek pelayanan farmasi komunitas, mulai dari pelayanan resep, konseling pasien, swamedikasi, pengelolaan stok obat, hingga strategi pengembangan layanan apotek yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Dalam sesi ini mahasiswa juga mendapatkan berbagai pengalaman praktis dan studi kasus yang sering ditemui dalam pelayanan sehari-hari di apotek.

Kegiatan pembekalan KKP berlangsung secara interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang mendapatkan antusiasme tinggi dari mahasiswa. Berbagai pertanyaan terkait pengalaman praktik, tantangan profesi, serta kesiapan menghadapi dunia kerja menjadi topik yang banyak dibahas selama kegiatan berlangsung.

Melalui pembekalan ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami kondisi nyata dunia kerja kefarmasian, meningkatkan kesiapan akademik dan profesional, serta mampu menerapkan ilmu yang telah diperoleh selama perkuliahan ketika melaksanakan Kuliah Kerja Praktik di lapangan.

Kegiatan ini juga menjadi bentuk komitmen Fakultas Farmasi UMKT dalam menghasilkan lulusan yang kompeten, profesional, dan siap berkontribusi dalam pelayanan kesehatan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan profesi kefarmasian di Indonesia.

"Melalui Kuliah Kerja Praktik, mahasiswa tidak hanya belajar menerapkan teori yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga mengembangkan keterampilan profesional, etika kerja, serta kemampuan beradaptasi di lingkungan praktik kefarmasian yang sesungguhnya."

Berita lainnya