Diplomatic Course: Membangun Kesadaran Global melalui Isu Ketimpangan Iklim
Penulis: Nur Azisah Putri
Program Studi Hubungan Internasional melaksanakan kegiatan Diplomatic Course sebagai bagian dari praktikum mata kuliah diplomasi yang dirancang untuk memberikan pengalaman belajar aplikatif kepada mahasiswa. Dalam kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mempelajari konsep diplomasi secara teoritis, tetapi juga secara langsung mempraktikkan proses negosiasi dan pengambilan keputusan layaknya aktor-aktor internasional.
Mengangkat tema “Climate Inequality and the Urgency of a Unified Global Action Against Environmental Degradation”, kegiatan ini menyoroti salah satu isu global paling krusial saat ini, yaitu ketimpangan dampak perubahan iklim antara negara maju dan negara berkembang. Mahasiswa diajak untuk memahami bahwa krisis lingkungan tidak hanya berdampak secara ekologis, tetapi juga berkaitan erat dengan aspek keadilan global, pembangunan, serta tanggung jawab bersama antarnegara.
Melalui simulasi diplomasi, mahasiswa berperan sebagai representasi negara-negara di dunia dan terlibat dalam diskusi serta negosiasi untuk merumuskan solusi bersama. Proses ini menjadi ruang pembelajaran yang dinamis, di mana kemampuan berpikir kritis, komunikasi, serta kerja sama lintas perspektif diuji dan dikembangkan secara langsung.
Kegiatan Diplomatic Course ini juga mencerminkan pentingnya kolaborasi global dalam menghadapi tantangan lingkungan. Mahasiswa menyadari bahwa tidak ada satu negara pun yang mampu menyelesaikan krisis iklim secara mandiri. Oleh karena itu, diperlukan aksi kolektif yang inklusif, adil, dan berkelanjutan untuk menjawab tantangan tersebut.
Dengan adanya kegiatan ini, Program Studi Hubungan Internasional berkomitmen untuk terus menciptakan pembelajaran yang relevan dengan isu-isu global kontemporer. Diharapkan, mahasiswa tidak hanya menjadi akademisi yang memahami teori, tetapi juga calon praktisi yang mampu berkontribusi dalam menciptakan solusi nyata bagi permasalahan global.