HMTG Mahakam UMKT Gelar Webinar Sistem Petroleum Cekungan Kutai, Hadirkan Perspektif Akademik dan Industri

 Diposting pada: Sabtu, 14 Februari 2026, 12:15 WITA
 Penulis: Fajar Alam
Sejalan dengan TPB nomor:
SDGs 4 SDGs 15
HMTG Mahakam UMKT Gelar Webinar Sistem Petroleum Cekungan Kutai, Hadirkan Perspektif Akademik dan Industri

Samarinda – Himpunan Mahasiswa Teknik Geologi (HMTG) Mahakam Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) menyelenggarakan kegiatan Webinar “Potensi dan Karakteristik Sistem Petroleum di Cekungan Kutai, Kalimantan Timur” pada Sabtu, 14 Februari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dan diikuti oleh 109 peserta yang berasal dari berbagai program studi di lingkungan UMKT, mahasiswa lintas kampus, hingga perwakilan dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Kalimantan Timur. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya minat terhadap isu eksplorasi migas, khususnya di wilayah Kalimantan Timur yang memiliki peran strategis dalam industri energi nasional.

Webinar ini bertujuan memberikan pemahaman komprehensif mengenai sistem petroleum, mulai dari batuan induk (source rock), batuan reservoir, batuan penutup (seal), hingga mekanisme migrasi dan akumulasi hidrokarbon. Cekungan Kutai sebagai salah satu cekungan sedimen terbesar dan paling produktif di Indonesia menjadi fokus utama pembahasan, terutama dalam konteks sistem deltaik yang kompleks dengan dominasi endapan Tersier. Melalui kegiatan ini, peserta diajak untuk memahami bagaimana karakter fasies pengendapan memengaruhi kualitas reservoir, serta bagaimana kontrol tektonik berperan dalam pembentukan perangkap hidrokarbon, baik secara struktural maupun stratigrafi.

Materi disampaikan oleh Diponegoro Ariwibowo yang menguraikan bahwa Cekungan Kutai memiliki sistem petroleum yang berkembang sejak fase rifting hingga kompresi, menghasilkan ketebalan sedimen yang signifikan dan kompleksitas geologi yang tinggi. Ia menekankan bahwa mahasiswa atau “siswa petroleum” yang mempelajari wilayah ini memiliki peluang besar untuk memahami sistem petroleum secara utuh, karena dapat berhadapan langsung dengan data geologi nyata. Selain itu, kemampuan analisis sedimentologi, stratigrafi deltaik-fluvial, interpretasi data geofisika seperti seismik dan well log, serta evaluasi petrofisika menjadi kompetensi utama yang harus dimiliki, terutama dalam menghadapi tantangan lapangan migas yang telah memasuki fase mature dan membutuhkan pendekatan enhanced recovery.

Kegiatan ini berlangsung interaktif dengan sesi diskusi yang aktif, di mana peserta mengajukan berbagai pertanyaan terkait eksplorasi migas di Kalimantan Timur. Secara umum, peserta memberikan kesan positif terhadap kegiatan ini, terutama karena penyampaian materi yang sistematis, menarik, dan mudah dipahami. Webinar ini tidak hanya menambah wawasan akademik, tetapi juga memberikan gambaran nyata mengenai tantangan dan peluang di sektor energi. Panitia juga menyampaikan apresiasi atas partisipasi peserta sekaligus permohonan maaf apabila dalam pelaksanaan kegiatan masih terdapat kekurangan, serta berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas kegiatan serupa di masa mendatang.
 

Berita lainnya