Teknik Geologi UMKT Gelar Workshop Teknik Identifikasi Potensi Kebencanaan dan Potensi Wisata Berbasis Kebumian

umkt.ac.id-Samarinda :: Ilmu geologi merupakan ilmu yang mempelajari planet bumi termasuk sejarah, struktur dan komposisinya hingga perkembangannya saat ini (Bates and Jackson (1990), Brooks (1972)). Program studi Teknik Geologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (FST UMKT) bersama Himpunan Mahasiswa Teknik Geologi “Mahakam” FST UMKT mengadakan pelatihan (workshop) untuk mahasiswa teknik geologi FST UMKT dengan tajuk “Potensi Kebencanaan dan Potensi Wisata Berbasis Kebumian: Teknik Identifikasi, Perekaman Informasi dan Sosialisasi ke Masyarakat”.

Kegiatan yang digelar pada 17 Januari 2022 bertempat di laboratorium geologi dinamik Gedung F FST UMKT ini bertujuan untuk memberikan pembekalan kepada mahasiswa teknik geologi yang akan melakukan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di masa mendatang di bidang mitigasi kebencanaan dan potensi pengembangan wisata berbasis kebumian, sebagaimana disampaikan oleh ketua program studi Teknik Geologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur, Ir. Fajar Alam, S.T., M.Ling., IPM.

Dua narasumber dihadirkan pada kegiatan ini. Sesi awal disampaikan oleh Ir. Hamzah Umar, S.T., M.T, analis kebencanaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Samarinda yang membawakan judul “Potensi Bencana Banjir dan Longsor Kota Samarinda”.

Hamzah Umar menyampaikan pengantar tentang tatanan geologi wilayah Indonesia yang memiliki ragam kebencanaan, dan di wilayah Kalimantan Timur utamanya berupa banjir dan longsor dengan beberapa potensi minor berupa tsunami maupun gempa. Bencana dijelaskan sebagai peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam dan/atau non-alam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis (UU No.24 Tahun 2007). Beberapa hal yang berkaitan dengan kekerapan kejadian banjir di Kota Samarinda disampaikan, meliputi kondisi geologi daerah samarinda, kondisi tata ruang kota Samarinda hingga kurangnya kesadaran sebagian warga dalam mengelola limbah rumah tangganya dengan membuang sampah ke tubuh sungai.

Karakteristik banjir di kota Samarinda dijelaskan ragamnya meliputi banjir kiriman, hujan lokal, banjir akibat pasang Sungai Mahakam hingga kombinasi  banjir kiriman, banjir lokal dan pasang Mahakam. Banjir kiriman, limpasan banjir yang datangnya dari daerah hulu di luar kawasan yang tergenang. Hal ini terjadi jika hujan yang terjadi di daerah hulu menimbulkan limpasan banjir yang melebihi kapasitas sungai sehingga terjadi luapan banjir.

Gambar 1. Ir. Hamzah Umar, S.T., M.T. dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Samarinda sedang menyampaikan materi perihal potensi banjir dan longsor di kota Samarinda

Hujan lokal, genangan air yang timbul akibat hujan yang jatuh di daerah itu sendiri. Hal ini dapat terjadi bila hujan yang terjadi melebihi kapasitas sistem drainase yang ada. Banjir akibat pasang Sungai Mahakam,  banjir yang terjadi baik akibat aliran langsung air pasang dan/atau air balik dari saluran drainase akibat terhambat oleh air pasang. Banjir pasang merupakan banjir rutin akibat kenaikan muka air sungai Mahakam. Kombinasi  banjir kiriman, banjir lokal dan pasang Mahakam,  bila hal ini terjadi maka banjir yang terjadi akan sangat besar, baik genangan yang terjadi, kedalaman genangan  dan waktu surut banjir akan semakin lama.

Beberapa hal penting disimpulkan berkaitan dengan paparan yang ada, yakni bahwa persoalan banjir dan longsor di Kota Samarinda disebabkan oleh Faktor Alam (20%) dan Faktor Non Alam (80%). Faktor alam dipaparkan berupa keragaman kondisi geologi, struktur tanah, kemiringan lereng dan tingginya curah hujan.

Faktor non alam disebutkan keragamannya berupa antropogenik, ulah manusia dan perkembangan penduduk. Upaya yang bisa dilakukan perihal kejadian bencana yang ada, adalah melakukan pengurangan risiko bencana, dengan meningkatkan kapasitas (C), baik fisik dan non fisik.

Sesi kedua disampaikan oleh M. Innalhamda Rachman.,S.Sos, Ketua Mahakam Exlore, komunitas yang bergerak pada bidang eksplorasi wisata budaya, seni, adat, sosial, alam & satwa liar serta lingkungan. M. Innalhamda Rachman menyampaikan paparan berjudul “Potensi Wisata Alam: Teknik Identifikasi, Perekaman Informasi dan Sosialisasi ke Masyarakat”.

Innal, begitu ia biasa disapa, menyampaikan bahwa secara garis besar, jenis daya tarik wisata alam 6 dapat dibedakan menjadi (1) daya tarik wisata alam yang berbasis potensi keanekaragaman dan keunikan lingkungan alam di wilayah perairan laut; dan (2) daya tarik wisata alam yang berbasis potensi keanekaragaman dan keunikan lingkungan alam di wilayah daratan. Alasan umum masyarakat berwisata dijelaskan sebagai alasan Internal (dari kebutuhan diri wisatawan) dan alasan Eksternal (norma sosial, pengaruh, tekanan dan situasi kerja).

Teknik identifikasi potensi daya tarik wisata alam, dapat dipilah menjadi beberap hal, meliputi observasi, bertanya (ask), belajar (learn), mencoba (try). Observasi

berupa pengamatan, belajar membuat sebuah ide akan sebuah tempat yang dikunjungi. Faktor-faktor yang dianggap bisa dilakukan dan tidak dilakukan. Ask, dengan bertanya dengan warga sekitar, tokoh, maupun orang yang dianggap ahli (expert). Learn, dengan mempelajari teori, dokumen, jurnal penelitian, hasil perjalanan, atau apa saja yang sudah dilakukan orang lain. Try, dengan berani membuat sebuah keputusan.

Penguasaan aplikasi Google Maps penting dalam optimasi keberadaan wisata, dengan memberikan informasi berupa foto atau keterangan sehubungan dengan lokasi yang ada. Masyarakat diharapkan dapat ikut berkontribusi memperkaya informasi yang ada, melalui Google Maps. Selain menambahkan informasi komentar maupun foto, yang tak kalah penting adalah menambahkan plot lokasi baru yang belum ada tertera di Google Maps dengan mengisi daftar informasi yang disiapkan oleh Google Maps untuk dilengkapi seperti nama lokasi, kategori lokasi, jam beraktifitas pada lokasi yang ditandai, alamat geografi maupun penandaan pada peta, dan beberapa rincian lain. Diharapkan, kegiatan penandaan lokasi baru berikut keterangannya di Google Maps maupun penambahan keterangan di lokasi yang telah ada, dapat meningkatkan wawasan masyarakat tentang lokasi yang ada sesuai keperluan yang ada di masyarakat, baik lokasi wisata maupun lokasi kegiatan wirausaha barang maupun jasa dan meningkatkan perekonomian masyarakat.

Kegiatan diakhiri dengan penyerahan sertifikat penghargaan kepada para narasumber yang diberikan oleh ketua program studi Teknik Geologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur, Ir. Fajar Alam, S.T., M.Ling., IPM dan dilanjutkan dengan foto bersama.