UMKT Terpilih Menjadi Mitra Pembelajaran Daring Bagi Perguruan Tinggi Daerah Tertinggal

umkt.ac.id-Samarinda :: Dalam rangka membantu penyediaan pembelajaran daring bagi mahasiswa di daerah tertinggal terutama di masa pandemi Covid-19, Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengadakan program fasilitasi Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) bagi mahasiswa dan pengembangan kapasitas institusi penyelenggara pendidikan akademik secara daring di daerah tertinggal pada masa Pandemi Covid-19.

Dalam hal ini diperlukan Perguruan Tinggi (PT) Mitra yang merupakan universitas, institut, sekolah tinggi penyelenggara pendidikan sarjana, magister, dan/atau doktor yang dinilai mampu melaksanakan pembelajaran secara daring melalui Sistem Pengelolaan Pembelajaran Daring institusinya sesuai dengan kriteria yang ditetapkan. Salah satu perguruan tinggi yang dinilai memenuhi kriteria seleksi sebagai Perguruan Tinggi Mitra pada program ini adalah Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur.

UMKT menjadi satu-satunya perguruan tinggi di wilayah Kalimantan yang secara resmi ditunjuk sebagai perguruan tinggi mitra bagi perguruan tinggi daerah tertinggal pada program ini. UMKT ditunjuk untuk membantu Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Jayapura dalam penyediaan mata kuliah daring bagi mahasiswanya, melakukan fasilitasi pendampingan dosen dalam pengembangan modul mata kuliah daring, serta pendampingan dalam pengembangan sistem pembelajaran daring. Adapun metode pembelajaran yang digunakan adalah dengan menggabungkan metode Synchronous dan A-Synchronous dengan pemanfaatan E-Learning / Learning Management System (LMS) yang berkerja sama dengan OpenLearning.com Australia.

Program fasilitasi RPL ini berlangsung selama 1 semester pada semester ganjil 2020/2021 yang diikuti oleh mahasiswa dan dosen yang didanai oleh pemerintah melalui Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Program ini terutama difokuskan pada upaya pemberdayaan perguruan tinggi di daerah tertinggal, baik pada institusi, dosen, maupun mahasiswanya, dalam hal pembelajaran daring dan implementasi sistem RPL. Adapun definisi daerah tertinggal yang dimaksudkan dalam progam ini adalah yang sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 63 Tahun 2020 tentang Penetapan Daerah Tertinggal Tahun 2020-2024.