Tingkatkan Kualitas Lulusan, UMKT–APTFI Gelar Pelatihan Penguji OSCE
Penulis: Raisha Azzahro
umkt.ac.id, Samarinda - Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) melalui Fakultas Farmasi menyelenggarakan Pelatihan Penguji Objective Structured Clinical Examination (OSCE) pada hari Sabtu (31/1) dan Minggu (1/2). Kegiatan yang berlangsung di Gedung G UMKT ini merupakan hasil kolaborasi antara UMKT dan Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI) sebagai upaya meningkatkan mutu dan standar pengujian kompetensi bagi lulusan pendidikan profesi apoteker.
Pelatihan ini dihadiri oleh Dekan Fakultas Farmasi UMKT, Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker UMKT, narasumber dan fasilitator pelatihan penguji OSCE, serta para peserta. Di hari pertama, peserta dibekali pemahaman komprehensif mengenai konsep OSCE sebagai uji kompetensi, penyusunan blueprint dan templat soal, peran serta tanggung jawab penguji, hingga standar setting OSCE.
Dalam sambutannya, apt. Tri Budi Julianti, M.Si., Ph.D., selaku Dekan Fakultas Farmasi UMKT, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kolaborasi tersebut. Ia menegaskan bahwa OSCE merupakan metode evaluasi yang sangat penting dalam memastikan kompetensi lulusan, khususnya pada pendidikan profesi apoteker.
“Saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kolaborasi yang terjalin pada kegiatan ini. OSCE adalah metode evaluasi yang sangat krusial bagi lulusan karena mampu menilai kompetensi secara objektif dan terstruktur. Melalui pelatihan ini, kita berupaya menyamakan persepsi, meningkatkan mutu, serta memastikan pengujian OSCE dilaksanakan sesuai standar yang telah ditetapkan,” ujarnya.
Perwakilan Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia sekaligus salah satu narasumber, apt. Hanni Prihastuti P., S.Si., M.Si., M.Phil., Ph.D., menekankan bahwa penguji memiliki peran sentral dalam keberhasilan pelaksanaan OSCE. Menurut Dr. apt. Dika Pramita, M.Farm selaku narasumber lainnya, pelatihan ini bertujuan untuk memastikan para penguji memiliki pemahaman dan kompetensi yang sejalan dengan standar nasional.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk belajar dan mempersiapkan diri menjadi penguji OSCE yang sesuai dengan standar. Penguji merupakan komponen penting dalam OSCE karena kualitas penilaian sangat menentukan capaian kompetensi peserta. Dengan pelatihan ini, diharapkan seluruh penguji memiliki pemahaman yang sama sehingga hasil evaluasi benar-benar objektif dan bermakna,” ungkapnya.
Pada hari kedua, kegiatan difokuskan pada simulasi dan pelaksanaan ujian OSCE serta sesi refleksi untuk mengevaluasi. Kegiatan tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman langsung sekaligus memperkuat pemahaman peserta terhadap alur dan mekanisme OSCE yang ideal.
Melalui pelatihan ini, UMKT bersama APTFI menegaskan komitmennya dalam menjaga dan meningkatkan kualitas pendidikan farmasi, khususnya dalam memastikan proses evaluasi kompetensi berjalan secara objektif, terstandar, dan berorientasi pada mutu lulusan. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat peran institusi pendidikan tinggi farmasi dalam menghasilkan tenaga kesehatan yang kompeten dan siap berkontribusi bagi masyarakat.
Penulis: Raisha Azzahro