UMKT Lakukan Edukasi dan Skrining Anemia pada Remaja Putri di SMK Medika Samarinda
Penulis: Raisha Azzahro
umkt.ac.id, Samarinda – Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) melaksanakan kegiatan edukasi kesehatan dan skrining hemoglobin bagi remaja putri di SMK Medika Samarinda pada 28 November 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesadaran pencegahan anemia di kalangan remaja.
Kegiatan yang mengangkat tema ‘Optimalisasi Edukasi Anemia pada Remaja Putri melalui Penyuluhan Interaktif, Media Video, dan Skrining Hemoglobin’ ini dipimpin oleh Rizki Nur Azmi dari UMKT dan dilaksanakan bersama dosen Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Zakky Cholisoh.
Program ini juga melibatkan seluruh kelompok KKP S1 Farmasi UMKT 2025 di bawah bimbingan Rizki Nur Azmi. Konsep pelaksanaan serta materi penyuluhan disusun melalui diskusi bersama kedua akademisi tersebut guna memastikan materi yang diberikan relevan dan mudah dipahami oleh remaja.
Anemia pada remaja putri merupakan masalah kesehatan yang dapat berdampak pada berbagai aspek kehidupan. Dalam jangka pendek, kondisi ini dapat menurunkan konsentrasi belajar, memicu kelelahan, hingga menurunkan produktivitas. Dalam jangka panjang, anemia juga dapat berdampak pada kesehatan saat kehamilan, seperti meningkatkan risiko bayi lahir dengan berat rendah maupun komplikasi persalinan. Oleh karena itu, peningkatan pengetahuan dan kesadaran remaja terkait pencegahan anemia menjadi langkah penting yang perlu dilakukan sejak dini.

Dalam kegiatan ini, pendekatan yang digunakan tidak hanya berupa penyampaian satu arah, tetapi penyuluhan interaktif yang melibatkan partisipasi aktif para siswi. Materi juga diperkuat melalui video edukasi yang menjelaskan berbagai mitos, fakta, serta cara pencegahan anemia pada remaja putri. Video tersebut telah diunggah di platform YouTube sehingga dapat diakses kembali oleh peserta maupun masyarakat luas sebagai sumber edukasi kesehatan.
Selain penyuluhan, tim juga melakukan skrining kadar hemoglobin secara langsung di sekolah sebagai bentuk deteksi dini anemia. Melalui pemeriksaan ini, siswi dapat mengetahui kondisi kesehatannya sehingga lebih memahami pentingnya menjaga asupan zat besi. Sebagai langkah preventif awal, kegiatan juga disertai pembagian multivitamin penambah zat besi bagi peserta.
Melalui integrasi antara edukasi kesehatan dan pemeriksaan langsung, kegiatan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan pengetahuan siswi mengenai anemia, tetapi juga menumbuhkan kesadaran untuk menerapkan perilaku hidup sehat, termasuk konsumsi zat besi secara rutin. Program ini juga menjadi bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kesehatan remaja sekaligus implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus dikembangkan agar menjangkau lebih banyak sekolah, sehingga edukasi pencegahan anemia pada remaja putri dapat dilakukan secara lebih luas dan berkelanjutan.
Penulis: Raisha Azzahro