Zahra Audia: Berani Mencoba jadi Kunci Meraih Prestasi
Penulis: Raisha Azzahro
umkt.ac.id, Samarinda – Prestasi tidak selalu berbentuk piala, medali, atau sertifikat, tetapi juga keberanian untuk mencoba dan bertumbuh dari setiap pengalaman. Hal tersebut tercermin dari perjalanan Zahra Audia Syam Hermanto, mahasiswa Program Studi S1 Ilmu Hukum Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) angkatan 2025, yang aktif menorehkan prestasi di bidang akademik maupun non akademik.
Mahasiswi yang akrab disapa Yaya ini telah meraih berbagai pencapaian, di antaranya Juara 3 Feed Esai KMMI UNMUL, Runner Up Duta Wisata Kota Samarinda yang diselenggarakan Disporapar Kota Samarinda, narasumber Kaltim Today, Juara 1 KDMI tingkat universitas, serta Juara 1 Lomba Debat HIMIKA x PK IMM FK UMKT.
Selain berbagai prestasi tersebut, Yaya juga merupakan salah satu Campus Ambassador UMKT.
Di balik berbagai pencapaian tersebut, Yaya mengaku semua berawal dari keinginannya untuk tidak hidup dalam penyesalan. Baginya, setiap kesempatan yang datang harus dimanfaatkan dengan sebaik mungkin.
“Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Jadi setiap ada kesempatan, saya berusaha memberikan yang terbaik. Justru dari proses itulah prestasi datang dengan sendirinya,” ujarnya.
Perjalanan meraih prestasi tentu tidak selalu mudah. Yaya mengungkapkan bahwa dirinya kerap dihadapkan pada tantangan saat mencoba hal-hal baru yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Namun, ia percaya bahwa tantangan merupakan bagian penting dalam proses berkembang. Ditambah ia memiliki orang tua, keluarga, dan orang-orang terdekat yang selalu mendukung, mendoakan, serta menemani prosesnya.
Menurutnya, tantangan terbesar bukan berasal dari orang lain, melainkan rasa takut dalam diri sendiri. Untuk mengatasinya, Yaya selalu memberikan afirmasi positif kepada dirinya sendiri.
“Kamu hanya punya satu kali kesempatan di panggung itu, jadi kamu harus melakukan yang terbaik dan pulang tanpa penyesalan,” katanya.
Dalam menjalani aktivitas kuliah dan berbagai kegiatan lainnya, Yaya mengaku tidak memiliki jadwal yang terlalu kaku. Meski demikian, ia tetap menempatkan akademik sebagai prioritas utama.
“Kalau lagi masa ujian atau banyak deadline tugas, aktivitas lain saya kurangi dulu. Setelah akademik aman, baru fokus lagi ke kegiatan lainnya,” jelasnya.
Salah satu pengalaman paling berkesan baginya adalah ketika terpilih menjadi peserta Kelas Pemuda Antikorupsi yang diselenggarakan oleh KPK RI. Dari kegiatan tersebut, ia mendapatkan banyak pelajaran, relasi, serta wawasan baru mengenai isu antikorupsi.
Bagi Yaya, makna berprestasi sebagai mahasiswa bukan sekadar gelar juara atau nama yang tercantum pada sertifikat, melainkan keberanian untuk terus bertumbuh menjadi versi diri yang lebih baik karena pengalaman adalah hal yang membentuk diri kita di masa depan.
“Ada banyak jalan menuju sukses, dan setiap orang punya waktunya masing-masing. Jangan bandingkan prosesmu dengan orang lain. Mereka punya jalurnya sendiri, dan kamu juga punya jalurmu sendiri. Yang penting tetap berjalan dan jangan menyerah,” tutupnya.
Penulis: Raisha Azzahro