PBI UMKT Gelar Lokakarya TEYL, Hadirkan Pakar Nasional dan Internasional

 Diposting pada: Rabu, 10 Juni 2026, 12:32 WITA
 Penulis: Raisha Azzahro
Sejalan dengan TPB nomor:
SDGs 4
PBI UMKT Gelar Lokakarya TEYL, Hadirkan Pakar Nasional dan Internasional

umkt.ac.id, Samarinda — umkt.ac.id, Samarinda — Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) menggelar “Workshop on Innovative Approaches in Teaching English for Young Learners (TEYL)” pada Selasa (9/6) di Ruang Rapat Gedung G UMKT. Kegiatan yang berkolaborasi dengan The Association of Teaching English as a Foreign Language in Indonesia (TEFLIN) dan Regional English Language Office (RELO) Kedutaan Besar Amerika Serikat tersebut menjadi forum berbagi pengetahuan dan praktik terbaik dalam pengajaran bahasa Inggris bagi anak usia dini.

Kegiatan ini dihadiri oleh Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMKT, Kepala Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris UMKT, Kepala Program Studi Pendidikan Olahraga UMKT, Wakil Rektor I UMKT, Kepala Biro Administrasi Akademik, Humas, dan Admisi, guru-guru bahasa Inggris, serta peserta dari berbagai institusi pendidikan di Kalimantan Timur.

Lokakarya tersebut menghadirkan Utami Widiati dan Ali Saukah sebagai pakar pendidikan nasional. Sementara itu, Kevin McCaughley, Direktur RELO, dihadirkan sebagai pakar internasional..

Wakil Rektor Bidang Akademik, Mutu, Kemahasiswaan, dan Alumni UMKT, Abdul Halim, dalam sambutannya mengapresiasi terlaksananya kegiatan tersebut. 

“"Kehadiran Direktur RELO merupakan langkah strategis dalam upaya mengembangkan pendidikan bahasa Inggris di Kalimantan Timur. UMKT siap menjadi mitra strategis RELO untuk berbagai program pengembangan sumber daya manusia dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan dan daya saing,” terangnya.

Kevin McCaughey bersama para peserta

Utami dalam paparannya menjelaskan kompetensi guru bahasa Inggris sekolah dasar harus ditingkatkan agar mampu menghadapi implementasi aturan baru terkait pembelajaran bahasa Inggris.

Sementara itu, Ali Saukah, mengulas berbagai tantangan dan peluang yang muncul ketika bahasa Inggris kembali menjadi mata pelajaran penting di sekolah dasar, seperti aspek kurikulum, kesiapan guru, serta strategi yang efektif dalam konteks pendidikan Indonesia.

Pemaparan para ahli mencapai puncaknya melalui paparan dari Kevin McCaughey. Sesi ini menghadirkan berbagai praktik pembelajaran yang komunikatif, menyenangkan, dan berpusat pada peserta didik.

“Pendidik harus bisa menyesuaikan dirinya untuk haus akan pengetahuan dan mau mendengarkan peserta didik. Salah satunya dengan menggunakan bahasa Inggris sederhana saat mengajar,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, UMKT tidak hanya memperkuat jejaring dengan berbagai pemangku kepentingan pendidikan, tetapi juga mendorong peningkatan kompetensi guru bahasa Inggris di Kalimantan Timur agar mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih inovatif dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. 

 

 

 

Penulis: M. Rafly Raihandy

Editor: Raisha Azzahro

Foto: Raihana Adhwa

Tags:
Kabar Kampus
Berita lainnya