FKIP UMKT Selenggarakan Konferensi Internasional ARISE 2026, Dorong Mahasiswa Perkuat Riset Pendidikan Ilmu Sosial
Penulis: Raisha Azzahro
umkt.ac.id, Samarinda – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) menyelenggarakan konferensi internasional “Annual Research & Innovation in Social Science Education (ARISE) 2026” secara daring melalui Zoom Meeting pada Sabtu (4/7). Mengusung tema "Rising Voices: Student Research Transforming Social Science Education", konferensi ini menjadi ruang bagi mahasiswa, peneliti, dan akademisi untuk mempresentasikan hasil penelitian serta bertukar gagasan mengenai pengembangan pendidikan ilmu sosial.
Ketua Panitia ARISE 2026, Rasya Berliani, melaporkan bahwa konferensi diikuti oleh 122 presenter dan lebih dari 211 peserta dari berbagai perguruan tinggi. Kegiatan ini juga terlaksana melalui kolaborasi dengan sejumlah institusi mitra, di antaranya Universitas Muhammadiyah Bone, Universitas Mulawarman, STIT Muhammadiyah Tanjung Redeb Berau, UINSI Samarinda, Universitas Esa Unggul, Universitas Widya Gama Mahakam (UWGM), Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta), Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST), serta EducationUSA.
"Konferensi ini tidak lepas dari kolaborasi bersama delapan institusi mitra. Kolaborasi ini menjadi wujud komitmen bersama dalam mendorong pengembangan riset dan peningkatan kualitas akademik," ujar Rasya.
Dekan FKIP UMKT, Ali Saukah, turut menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya ARISE 2026.
“Konferensi ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan penelitian sekaligus memperluas jejaring akademik dengan berbagai institusi,” ujarnya.

Kegiatan dibuka oleh Wakil Rektor I UMKT, Abdul Halim. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), menghadirkan tantangan sekaligus peluang bagi dunia pendidikan, khususnya dalam bidang ilmu sosial.
"Tantangan pendidikan ilmu sosial saat ini sangat kompleks akibat disrupsi teknologi dan AI. Melalui ARISE 2026, kita menegaskan visi baru bahwa mahasiswa bukan lagi sekadar penerima ilmu (recipients of knowledge), melainkan telah bertransformasi menjadi produsen ilmu pengetahuan (producers of knowledge), peneliti, dan agen perubahan," ujar Abdul Halim.
Setelah pembukaan, konferensi menghadirkan tiga pembicara utama, yakni Walker DePuy dari University of North Carolina at Chapel Hill, Amerika Serikat, Zulharman dari Universitas Teknologi Surabaya, serta Dzul Rachman dari UMKT. Ketiga narasumber membahas berbagai perspektif mengenai penguatan riset mahasiswa dan inovasi dalam pendidikan ilmu sosial.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi paralel yang terbagi ke dalam 11 breakout room. Pada sesi ini, para presenter memaparkan hasil penelitian mereka dan berdiskusi bersama.
Melalui penyelenggaraan ARISE 2026, FKIP UMKT berharap konferensi ini dapat menjadi sarana penguatan budaya riset di kalangan mahasiswa sekaligus memperluas kolaborasi akademik dengan berbagai perguruan tinggi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Hasil-hasil penelitian yang dipresentasikan diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan pendidikan ilmu sosial yang adaptif terhadap tantangan global.
Penulis: Raisha Azzahro