BEAT Community Selenggarakan Pelatihan Workshop Bioakustik di UMKT, Perkuat Jaringan Indonesia, Malaysia dan Amerika Serikat
Penulis: Raisha Azzahro
umkt.ac.id, Samarinda – BEAT Community menggelar Workshop Bioakustik di Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) sebagai bagian dari ‘Bioacoustics Equipment & Training (BEAT) Program: Annual Meeting’. Berkolaborasi dengan EducationUSA, kegiatan bertema ‘Advancing the Scope and Impact of the Conservation Bioacoustics Network in Indonesia and Malaysia’ ini menjadi wadah bagi mitra dari Indonesia, Malaysia, dan Amerika Serikat untuk memperkuat jejaring serta kolaborasi di bidang bioakustik.
Kegiatan yang berlangsung pada 3–4 Agustus 2026 di Ruang Rapat Gedung G UMKT ini mempertemukan mitra penyelenggara dari Indonesia, Malaysia, dan Amerika Serikat untuk memperkuat jejaring serta kolaborasi pengembangan bioakustik di kawasan.
Pertemuan tahunan BEAT Network Indonesia–Malaysia ini menjadi forum strategis untuk membahas arah pengembangan program dalam jangka panjang. Sejumlah agenda yang didiskusikan meliputi koordinasi pelaksanaan pelatihan BEAT, pembentukan basis kelembagaan sebagai rumah bagi jaringan BEAT, penguatan kolaborasi riset dan kebijakan bioakustik, hingga persiapan penyelenggaraan Simposium Bioakustik Indonesia–Malaysia (SIMBA) 2027.
Direktur Kantor Urusan Internasional (KUI) UMKT, Rahmatullah Ayu Hasmiati, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pertemuan tersebut menjadi momen penting untuk mempererat kolaborasi lintas negara sekaligus membuka peluang kerja sama yang berkelanjutan.
"Pertemuan ini menjadi langkah awal untuk membangun kolaborasi yang lebih kuat dan berkelanjutan. Kami berharap jejaring yang terbentuk melalui BEAT dapat terus berkembang, tidak hanya dalam pelatihan, tetapi juga dalam riset, pengembangan kapasitas, dan kontribusi terhadap upaya konservasi di Indonesia maupun Malaysia," ujarnya.

Sementara itu, Extension Associate Cornell K. Lisa Yang Center for Conservation Bioacoustics, Cornell University, Wendy M. Erb, menjelaskan bahwa sejak tahun 2022, Program BEAT telah melahirkan dua angkatan praktisi bioakustik dari Indonesia dan Malaysia. Memasuki tahun ketiga pelaksanaan program, fokus utama diarahkan pada pemberdayaan para alumni agar dapat mengambil peran lebih besar dalam keberlanjutan program.
"Sejak tahun 2022, Program BEAT telah menghasilkan dua angkatan praktisi bioakustik dari Indonesia dan Malaysia. Memasuki tahun ketiga, kami ingin memberdayakan alumni regional sebagai co-organizer, instruktur, dan mentor sehingga tercipta model pelatihan yang lebih berkelanjutan serta mudah diakses oleh lebih banyak peserta di masa depan," jelas Wendy.
Melalui penyelenggaraan pertemuan ini, UMKT menunjukkan komitmennya dalam mendukung kolaborasi internasional di bidang pendidikan, penelitian, dan konservasi. Kehadiran akademisi, praktisi, dan mitra internasional diharapkan mampu memperkuat ekosistem bioakustik di Indonesia dan Malaysia sekaligus mendorong lahirnya inovasi yang berkontribusi terhadap pelestarian keanekaragaman hayati melalui pemanfaatan teknologi bioakustik.
Baca juga di KapanLagi.
Penulis: Raisha Azzahro
Foto: Fajar Aditya Pratama