FKM UMKT Gelar BIC-PHES 2026, Perkuat Kolaborasi Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan untuk SDGs
Penulis: Raisha Azzahro
umkt.ac.id, Samarinda — Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (FKM UMKT) menggelar “The 1st Borneo International Conference on Public Health and Environmental Health for Sustainable Development (BIC-PHES) 2026”, Rabu (12/8). Mengusung tema “Strengthening Public and Environmental Health System to Achieve Sustainable Development Goals (SDGs)”, konferensi internasional ini berlangsung selama dua hari, 12–13 Agustus 2026, di Aula Gedung E UMKT.
Hari pertama BIC-PHES 2026 dihadiri Walikota Samarinda, Pangeran Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Timur, Wakil Rektor I UMKT, Dekan FKM UMKT beserta jajaran, dan para mahasiswa.
Dekan FKM UMKT, Sri Sunarti, dalam sambutannya menyampaikan bahwa BIC-PHES menjadi ajang untuk bertukar ilmu dan pengalaman di bidang kesehatan masyarakat dan kesehatan lingkungan. Sementara itu, Wakil Rektor I UMKT, Abdul Halim, menekankan bahwa konferensi tersebut tidak hanya dilihat dari perspektif akademik, tetapi juga dapat dilihat dengan perspektif Islam, sehingga pengembangan ilmu dan kesehatan perlu berjalan selaras dengan nilai-nilai keislaman.

Ketua PWM Kalimantan Timur, Muhammad Jafron, selaku keynote speech menyoroti berbagai tantangan kesehatan yang kompleks, mulai dari perubahan iklim, perkembangan era industri, sanitasi yang belum optimal, hingga penyakit yang terus berkembang. Menurutnya, kegiatan seperti BIC-PHES penting sebagai ruang untuk membangun pemikiran dan kolaborasi dalam menghadapi berbagai persoalan tersebut.
Pangeran Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Raden Adji, menekankan bahwa upaya menjaga lingkungan yang digelar oleh FKM UMKT sesuai dengan ajaran luhur yang mengedepankan pemeliharaan alam. Hal tersebut sejalan dengan semangat konferensi yang menempatkan masyarakat dan alam sebagai bagian penting dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
BIC-PHES 2026 menghadirkan sejumlah akademisi dan pakar dari dalam maupun luar negeri. Plenary Session I menghadirkan Emeritus Umar-Fahmi dari Universitas Indonesia, Jay Jordan dari University of Utah, Amerika Serikat, dan Joana Cristina Cardoso Guedes dari University of Porto, Portugal. Sementara Plenary Session II menghadirkan Fatimah binti Ahmad Fauzi dari Universiti Putra Malaysia dan Ghozali dari UMKT. Rangkaian konferensi hari kedua diisi dengan sesi presentasi makalah ilmiah dan pengumuman Best Presenter Awards.
Baca juga di KapanLagi.
Penulis: Raisha Azzahro
Foto: Annisa 'Ayun Nursania