KelakaiDerm Bawa Inovasi Mahasiswa FK UMKT Raih Medali Perak di Kompetisi Internasional Shanghai
Penulis: Muhammad Rafly Raihandy
umkt.ac.id, Samarinda — Inovasi berbasis tanaman lokal Kalimantan kembali membawa nama Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) ke panggung internasional. Tim mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) UMKT berhasil meraih medali perak dalam kompetisi inovasi internasional di Shanghai, China, pada 13 Juni 2026, melalui pengembangan KelakaiDerm, hydrogel patch berbahan dasar ekstrak daun kelakai untuk membantu penanganan ulkus diabetikum yang terinfeksi biofilm bakteri.
Tim tersebut terdiri atas Salsabella Agis Suhana sebagai ketua, bersama Fauzan Faqihuddin, Lutfi Risyalwy Novryanda, dan Abdia Nur Haniffa. KelakaiDerm dikembangkan dengan memadukan potensi tanaman khas Kalimantan dengan pendekatan ilmiah, sehingga diharapkan dapat menjadi alternatif inovasi dalam penanganan luka diabetikum.
Pemilihan kelakai sebagai bahan utama didasarkan pada potensinya sebagai tanaman herbal yang banyak ditemukan di Kalimantan. Tanaman ini diketahui mengandung berbagai senyawa bioaktif, seperti flavonoid, tanin, saponin, dan alkaloid yang berpotensi memiliki aktivitas antibakteri, antibiofilm, antiinflamasi, dan antioksidan. Melalui KelakaiDerm, tim ingin mengangkat kekayaan biodiversitas lokal menjadi inovasi yang memberikan manfaat di bidang kesehatan.
Perjalanan menuju kompetisi internasional tersebut tidak terlepas dari tantangan. Sebagai pengalaman pertama mengikuti kompetisi inovasi di tingkat internasional, tim sempat menghadapi rasa takut dan ragu. Tantangan lainnya adalah membagi waktu antara perkuliahan, penelitian, dan persiapan kompetisi. Namun, dukungan keluarga dan dosen pembimbing menjadi salah satu faktor yang menguatkan tim untuk berani mengambil kesempatan tersebut hingga akhirnya dapat membawa KelakaiDerm ke Shanghai dan bersaing dengan tim dari berbagai negara.
Dalam proses pengembangan, setiap anggota memiliki pembagian tugas sesuai kemampuan masing-masing, mulai dari penelitian dan pengolahan data, penyusunan materi presentasi, desain poster ilmiah, hingga video perkenalan inovasi. Meski demikian, seluruh proses tetap dilakukan secara kolaboratif melalui diskusi dan saling memberikan masukan. Pengalaman bersaing di tingkat internasional ini juga menjadi kesempatan bagi tim untuk belajar dari berbagai inovator sekaligus membuktikan bahwa mahasiswa Indonesia mampu bersaing melalui karya dan inovasi.
Medali perak yang diraih menjadi pencapaian sekaligus motivasi bagi tim untuk terus mengembangkan KelakaiDerm. Ke depan, mereka berencana melakukan penelitian lanjutan, menyempurnakan formulasi, mempublikasikan hasil penelitian, serta membuka peluang kolaborasi agar inovasi tersebut dapat dikembangkan dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Tim juga berpesan kepada mahasiswa UMKT lainnya untuk tidak takut memulai, terus belajar dan berkembang, serta menikmati setiap proses dalam perjalanan meraih prestasi.
Penulis: Raisha Azzahro