Kebun Desa Tapis Jadi Lokasi Edukasi Tani bagi Siswa TK Negeri 2 Tanah Grogot Bersama Mahasiswa Agroteknologi UMKT
Penulis: 2411102452002
TK Negeri 2 Tanah Grogot semakin menunjukkan komitmennya dalam menanamkan pendidikan karakter dan keterampilan praktis sejak usia dini. Salah satu langkah nyata dilakukan melalui kegiatan pembelajaran bertajuk “Belajar Tani Sejak Dini”, yang melibatkan kerja sama antara kelompok tani Tapis Hijau Lestari dan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT).
Kegiatan ini menjadi wujud implementasi pendidikan luar kelas yang bertujuan memperkenalkan dunia pertanian kepada anak usia dini secara langsung dan menyenangkan. Melalui kunjungan lapangan, siswa belajar bagaimana cara menanam, merawat hingga memahami manfaat tanaman bagi kehidupan sehari-hari.
Kelompok Tani Tapis Hijau Lestari membimbing langsung proses praktik menanam sayuran dan tanaman pekarangan. Anak-anak diperkenalkan dengan berbagai media tanam, pengolahan tanah, penyiraman, serta cara menjaga tanaman agar tumbuh dengan baik. Pengalaman ini memberikan pemahaman bahwa makanan sehat berasal dari proses panjang yang memerlukan perhatian, ketelatenan, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Sementara itu, kehadiran mahasiswa UMKT memberikan dukungan dalam penyampaian materi, pendampingan praktik lapangan, serta memberikan wawasan sederhana tentang pentingnya pertanian bagi kehidupan. Mahasiswa berperan sebagai fasilitator muda yang mendekatkan ilmu pengetahuan kepada anak-anak dengan bahasa yang mudah dipahami serta pendekatan yang sesuai dengan usia dini.
Program ini tidak hanya menjadi ajang belajar tentang bertanam, tetapi juga menanamkan nilai karakter seperti tanggung jawab, disiplin, kerja sama, serta kecintaan pada lingkungan. Anak-anak belajar bahwa merawat tanaman berarti merawat kehidupan di sekitar mereka.
TK Negeri 2 Tanah Grogot berharap kolaborasi ini dapat berlanjut dan memberikan dampak positif jangka panjang. Dengan membiasakan anak mengenal pertanian sejak dini, sekolah berharap akan tumbuh generasi yang mencintai alam, sadar pangan, serta memahami pentingnya sektor pertanian sebagai penopang kehidupan masyarakat.
Kegiatan “Belajar Tani Sejak Dini” pun mendapat apresiasi dari orang tua, guru hingga masyarakat sekitar. Melalui program sederhana namun bermakna ini, pendidikan menjadi lebih nyata, aplikatif, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari—menciptakan pengalaman belajar yang berkesan bagi anak-anak sebagai langkah awal mengenal dunia pertanian secara menyenangkan.