Mahasiswa MM UMKT Tanam 20 Pohon di Kawasan Sungai Karang Mumus, Wujudkan Komitmen Lestari Lingkungan
Penulis: Fenty Fauziah
SAMARINDA – Mahasiswa Program Studi Magister Manajemen (MM) Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk "Lestari Lingkungan: Serentak Menanam, Serentak Menjaga" bersama komunitas Sekolah Sungai Karang Mumus (SESUKAMU) di kawasan dekat Sungai Karang Mumus, Samarinda, pada Sabtu, 10 Mei 2026.
Kegiatan ini diikuti oleh 29 Mahasiswa Magister Manajemen UMKT dari Angkatan V dan VI. Kegiatan tersebut digagas melalui mata kuliah Manajemen Lingkungan yang diampu oleh Dr. Fenty, M.Si., Ak., CA, selaku Ketua Program Studi Magister Manajemen, bersama Dr. Fitriansyah, S.T., M.M. sebagai bentuk dukungan program studi dalam mendorong Mahasiswa Magister Manajemen agar mampu mengimplementasikan ilmu di ruang kelas melalui aksi nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat dan lingkungan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan aksi penanaman sebanyak 20 pohon secara serentak di kawasan sekitar Sungai Karang Mumus. Selain itu, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai pentingnya menjaga ekosistem sungai serta peran masyarakat dalam mendukung upaya pelestarian lingkungan secara berkelanjutan. Kolaborasi antara mahasiswa dan komunitas lokal SESUKAMU menjadi wujud nyata kepedulian bersama terhadap kelestarian alam.
![]() |
Kegiatan tersebut menghadirkan dua narasumber, yakni Misman, Ketua Gerakan Masyarakat Menjaga Sungai–Sekolah Karang Mumus (GMMS-SKM) Kota Samarinda, serta Bachtiar (Iyau) yang dikenal aktif dalam gerakan pelestarian Sungai Karang Mumus.
Dalam penyampaiannya, Misman mengapresiasi keterlibatan mahasiswa dan kalangan akademisi dalam upaya menjaga lingkungan, khususnya kawasan Sungai Karang Mumus. Menurutnya, permasalahan lingkungan tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi dari seluruh elemen masyarakat.
“Mahasiswa memiliki peran penting dalam membangun kesadaran lingkungan. Ketika mereka turun langsung ke lapangan, hal itu menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan harus diwujudkan melalui tindakan nyata,” ujar Misman di sela kegiatan.
![]() |
Sementara itu, Bachtiar atau yang akrab disapa Iyau menekankan bahwa kegiatan penanaman pohon tidak boleh berhenti pada kegiatan simbolis semata. Ia mengingatkan pentingnya komitmen bersama dalam merawat dan menjaga tanaman agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Menanam pohon adalah langkah awal. Tantangan sebenarnya adalah bagaimana kita menjaga dan merawatnya agar dapat tumbuh serta memberikan dampak positif bagi lingkungan,” ungkapnya.
Melalui mata kuliah Manajemen Lingkungan, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori di dalam kelas, tetapi juga diajak memahami secara langsung berbagai persoalan lingkungan yang dihadapi masyarakat perkotaan.
Sungai Karang Mumus merupakan salah satu kawasan yang menghadapi berbagai tantangan lingkungan, seperti pencemaran, berkurangnya vegetasi, hingga perubahan fungsi lahan di sekitarnya. Oleh karena itu, kegiatan penanaman pohon dan edukasi lingkungan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem.
Kegiatan “Lestari Lingkungan: Serentak Menanam, Serentak Menjaga” diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata. Komitmen bersama antara mahasiswa, komunitas SESUKAMU, dan seluruh pihak terkait diharapkan dapat menjadi fondasi keberlanjutan gerakan penghijauan dan pelestarian lingkungan di Kota Samarinda.

