IMM UMKT Dorong Mahasiswa Berkemajuan Melalui Budaya Intelektual dan Kepemimpinan

 Diposting pada: Sabtu, 14 Maret 2026, 08:45 WITA
 Penulis: Raisha Azzahro
Sejalan dengan TPB nomor:
SDGs 4 SDGs 5 SDGs 10 SDGs 16
IMM UMKT Dorong Mahasiswa Berkemajuan Melalui Budaya Intelektual dan Kepemimpinan

umkt.ac.id, Samarinda - Mahasiswa sejak lama dikenal sebagai agen perubahan dalam perjalanan sejarah bangsa. Dari lingkungan kampus lahir berbagai gagasan dan gerakan intelektual yang mendorong perubahan sosial. Dalam semangat tersebut, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) hadir sebagai organisasi kader yang berperan membina kader muda agar tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, intelektual, dan spiritual. Tahun ini, IMM genap berusia 62 tahun dan terus menjalankan perannya di berbagai perguruan tinggi, termasuk di Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT).

Di Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT), IMM hadir sebagai organisasi kader yang bertujuan membentuk mahasiswa yang berkomitmen terhadap nilai-nilai keislaman, kemuhammadiyahan, dan keilmuan. Berlandaskan pada trilogi IMM, yakni religiusitas, intelektualitas, dan humanitas, organisasi ini menjadi ruang pembinaan bagi mahasiswa untuk mengembangkan kapasitas berpikir kritis, kepekaan sosial, serta integritas moral. 

Melalui berbagai programnya, IMM turut berperan dalam membangun budaya intelektual di lingkungan kampus serta menumbuhkan jiwa kepemimpinan mahasiswa agar mampu berkontribusi nyata bagi masyarakat. 

Ketua Umum Pimpinan Komisariat (PK) IMM Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UMKT, Abdullah Mubaroq, mengungkapkan ketertarikannya pada IMM berangkat dari pandangannya bahwa organisasi IMM mampu membentuk cara berpikir dan karakter mahasiswa. 

“Ada beberapa kegiatan yang dilakukan IMM FKM UMKT untuk mengembangkan kapasitas mahasiswa, seperti forum diskusi, kajian ilmiah, pelatihan kepemimpinan, kegiatan sosial, sampai advokasi isu-isu masyarakat. Kegiatan-kegiatan ini dibuat agar kader tidak hanya berkembang secara intelektual saja, tapi juga memiliki kemampuan kepemimpinan, kepedulian sosial, dan berpikir kritis,” jelas Abdullah. 

Konsep ‘mahasiswa berkemajuan’ menjadi salah satu nilai penting dalam gerakan IMM. Mahasiswa berkemajuan dipahami sebagai sosok yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran sosial, sikap kritis, serta nilai moral yang kuat. Dalam perspektif IMM, mahasiswa berkemajuan adalah mereka yang mampu mengintegrasikan iman, ilmu, dan amal dalam kehidupan sehari-hari. 

Sekretaris Umum Koordinator Komisariat (Korkom) IMM UMKT, Syaiful Anwar, turut menuturkan bahwa pengalaman berorganisasi di IMM memberinya banyak pelajaran, terutama dalam hal komunikasi dan interaksi sosial. Ia mengaku tertarik bergabung dengan IMM karena program-program kegiatannya memberikan pengalaman baru yang tidak selalu didapatkan di ruang perkuliahan.

“IMM UMKT juga menyediakan ruang yang disebut sebagai ‘laboratorium keilmuan’, di mana mahasiswa dapat melakukan bedah buku, diskusi isu-isu aktual, hingga berbagi perspektif dari berbagai bidang keilmuan,” kata Syaiful.

Meski demikian, dinamika organisasi mahasiswa di era digital juga menghadirkan berbagai tantangan baru. Derasnya arus informasi kerap menjadi distraksi yang membuat sebagian mahasiswa kurang tertarik terlibat dalam kegiatan organisasi. Syaiful menilai mahasiswa perlu mampu mengendalikan teknologi agar tidak justru dikendalikan oleh perkembangan digital itu sendiri.

Abdullah juga melihat bahwa menurunnya minat sebagian mahasiswa untuk berorganisasi menjadi tantangan yang perlu dihadapi bersama. Meski begitu, keduanya sepakat bahwa organisasi mahasiswa tetap memiliki peran penting sebagai ruang pembelajaran yang tidak tergantikan.

Di tengah berbagai tantangan tersebut, IMM UMKT terus berupaya menjadi ruang yang terbuka bagi mahasiswa untuk belajar dan berproses. Aktivitas seperti rapat, program kerja, diskusi santai, olahraga bersama, hingga pertemuan komunitas turut memperkuat kedekatan antar kader sekaligus menjaga semangat berorganisasi tetap hidup.

Keterlibatan dalam organisasi seperti IMM menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan diri secara lebih luas. Selain memperdalam ilmu, mahasiswa juga dapat belajar tentang kepemimpinan, tanggung jawab, serta kemampuan menyelesaikan masalah sebagai bekal untuk berkontribusi di masyarakat.

“Jangan takut untuk terlibat karena kita berpotensi besar untuk membawa perubahan. Organisasi seperti IMM adalah ruang untuk belajar, berproses, dan memperjuangkan nilai-nilai kebaikan,” ujar Abdullah Mubaroq.

Semangat tersebut menjadi bagian dari upaya IMM dalam mendorong mahasiswa untuk terus belajar, berproses, serta memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan sekitarnya.

“Terus belajar, terus bersaing, dan jangan pernah mau tertinggal. Saya harap IMM UMKT dapat terus berjalan sesuai dengan tujuan awal pembentukannya serta tetap sejalan dengan visi dan misi universitas. Gerakan mahasiswa melalui IMM akan memberikan dampak positif bagi kampus maupun masyarakat di masa depan,” pungkas Syaiful Anwar.

Dengan semangat mahasiswa berkemajuan, gerakan mahasiswa melalui IMM diharapkan terus menjadi kekuatan moral dan intelektual yang mampu mendorong perubahan positif, baik di lingkungan kampus maupun di masyarakat.

 

 

Penulis: Raisha Azzahro

Tags:
Artikel & Opini
Berita lainnya