Peningkatan Pembelajaran Bahasa Inggris Mandiri Mahasiswa Melalui Keterlibatan Media Sosial

 Diposting pada: Senin, 27 Juli 2026, 09:10 WITA
 Penulis: Raisha Azzahro
Sejalan dengan TPB nomor:
SDGs 4 SDGs 5
Peningkatan Pembelajaran Bahasa Inggris Mandiri Mahasiswa Melalui Keterlibatan Media Sosial

umkt.ac.id, Samarinda – Media sosial tidak lagi hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga berpotensi menjadi media pembelajaran yang efektif. Hal ini dibuktikan melalui penelitian dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT), Ade Ismail Ramadhan Hamid dan Khusnul Khatimah, yang menunjukkan bahwa pemanfaatan media sosial berhubungan erat dengan meningkatnya kemandirian mahasiswa dalam belajar bahasa Inggris.

Penelitian berjudul Boosting Students' Self-Directed English Learning Through Social Media Engagement dilakukan menggunakan metode kuantitatif korelasional terhadap 72 mahasiswa UMKT. Melalui kuesioner berisi 30 pertanyaan dengan skala Likert, penelitian ini mengkaji tingkat penggunaan media sosial sebagai sarana belajar bahasa Inggris, tingkat Self-Directed Learning (SDL), perbedaan berdasarkan gender, serta hubungan antara keduanya.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki tingkat penggunaan media sosial yang tinggi untuk mendukung pembelajaran bahasa Inggris dengan rata-rata skor 4,07. Sementara itu, tingkat kemandirian belajar mahasiswa juga tergolong tinggi dengan rata-rata skor 3,77. Berbagai platform seperti YouTube, Instagram, dan TikTok dinilai mampu memberikan akses terhadap materi pembelajaran yang lebih mudah, menarik, dan relevan dengan kebutuhan mahasiswa.

Media sosial terbukti paling membantu dalam meningkatkan penguasaan kosakata dengan persentase sebesar 95,8 persen, diikuti kemudahan mengakses materi bahasa Inggris autentik sebesar 93,1 persen. Selain itu, mahasiswa juga merasakan peningkatan kemampuan menyimak (listening) dan membaca (reading). Temuan ini menunjukkan bahwa media sosial mampu meningkatkan motivasi belajar sekaligus memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar secara mandiri tanpa selalu bergantung pada dosen.

Meski demikian, penelitian juga menemukan bahwa sebagian mahasiswa masih menghadapi tantangan dalam menjaga konsistensi belajar. Kemampuan mengatur waktu belajar dan mengevaluasi perkembangan belajar secara mandiri masih perlu ditingkatkan agar proses pembelajaran dapat berlangsung lebih optimal. Dari sisi gender, mahasiswa perempuan memperoleh skor sedikit lebih tinggi dibandingkan mahasiswa laki-laki, namun selisihnya sangat kecil sehingga manfaat media sosial sebagai media belajar dapat dirasakan secara relatif sama oleh keduanya.

Penelitian ini juga menemukan hubungan yang sangat kuat dan signifikan antara penggunaan media sosial dan tingkat kemandirian belajar mahasiswa, dengan nilai korelasi r=0,793 dan p<0,001. Temuan tersebut menunjukkan bahwa semakin baik mahasiswa memanfaatkan media sosial untuk belajar bahasa Inggris, semakin tinggi pula tingkat kemandirian mereka dalam menentukan tujuan belajar, mencari sumber belajar, serta mengembangkan kemampuan bahasa secara berkelanjutan.

Melalui hasil penelitian ini, para peneliti menilai bahwa media sosial dapat diintegrasikan sebagai bagian dari strategi pembelajaran bahasa Inggris di perguruan tinggi. Dosen dapat memanfaatkan berbagai platform digital untuk memperkaya pengalaman belajar mahasiswa, sementara mahasiswa perlu dibimbing agar mampu mengelola waktu, mengevaluasi hasil belajar, dan menggunakan media sosial secara lebih terarah. Dengan demikian, media sosial tidak hanya menjadi sarana komunikasi, tetapi juga berperan sebagai ekosistem pembelajaran yang mendukung lahirnya pembelajar yang mandiri dan adaptif di era digital. 

 

 

Penulis: Raisha Azzahro

Tags:
Riset & Pengabdian
Berita lainnya