Komitmen Nyata terhadap SDG 12, 13, dan 15: UMKT Bentuk Kader 'KOMPAS' demi Atasi Isu Sampah dan Jaga Ekosistem Bumi

 Diposting pada: Rabu, 04 Februari 2026, 19:26 WITA
 Penulis: Nur Fithriyanti Imamah
Sejalan dengan TPB nomor:
SDGs 12 SDGs 13 SDGs 15
Komitmen Nyata terhadap SDG 12, 13, dan 15: UMKT Bentuk Kader 'KOMPAS' demi Atasi Isu Sampah dan Jaga Ekosistem Bumi

Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) kembali menunjukkan dedikasi penuhnya dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG). Melalui kolaborasi strategis antara dosen dan mahasiswa lintas program studi, UMKT sukses meluncurkan program pengabdian masyarakat mandiri berupa pembentukan KOMPAS (Komunitas Penggerak Manajemen Sampah. Langkah ini menjadi bukti konkret keterlibatan dunia akademis dalam mengimplementasikan tiga poin penting tujuan global, yaitu SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), dan SDG 15 (Ekosistem Daratan).

Masalah sampah kampus dan rendahnya kesadaran memilah sampah dari sumbernya saat ini masih menjadi tantangan besar di kota perkotaan seperti Samarinda. Menanggapi situasi ini, tim pengabdi UMKT yang dipimpin oleh Ns. Nur Fithriyanti Imamah, MBA, Ph.D bersama tim bergerak langsung untuk membentuk kader peduli sampah di lingkungan kampus. Program kaderisasi KOMPAS didesain secara komprehensif menggunakan pendekatan pemberdayaan masyarakat, mulai dari tahap edukasi, pelatihan praktis, hingga pendampingan berkelanjutan. 

Kader dibekali pemahaman mendalam mengenai klasifikasi sampah (organik, anorganik, dan bahan berbahaya), dampak buruk pembakaran/penumpukan sampah terhadap iklim, serta pentingnya menjaga kelestarian tanah dan ekosistem darat dari pencemaran zat kimia berbahaya. Melalui kaderisasi ini, masyarakat diajarkan untuk mengubah perilaku konsumsi melalui penerapan konsep modern 3R (Reduce, Reuse, Recycle). UMKT juga memfasilitasi pengadaan sarana fisik berupa penyediaan tong sampah pilah khusus dan ember sampah agar dapat mempraktikkan pemilahan sampah organik dan anorganik secara mandiri.

Pembentukan kader KOMPAS berperan penting menjaga kebersihan lingkungan darat agar tetap sehat, lestari, dan bebas dari polusi plastik. Selain itu, para kader lingkungan KOMPAS yang telah terbentuk kini resmi memegang peran sebagai agen perubahan (agent of change) di lingkungannya. Rencana jangka panjang pasca-kaderisasi telah disiapkan, termasuk melakukan monitoring rutin serta memproyeksikan pengembangan sistem tata kelola sampah yang lebih bernilai ekonomi, seperti pendirian Bank Sampah. Komitmen berkelanjutan ini mempertegas posisi UMKT sebagai kampus yang tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga menjadi pelopor kelestarian bumi dan masa depan hijau.

Berita lainnya